WALHI Pertanyakan Dalang dan Aktor Utama di Balik Pembukaan Lahan Danau Asam di Suoh Lambar
Arya Besari
Lampung Barat
RILISID, Lampung Barat — Penyusutan air Danau Asam di Kecamatan Suoh kembali memantik polemik.
Di tengah dugaan adanya pembukaan lahan dan intervensi aliran air, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Lampung mempertanyakan siapa dalang dan aktor utama di balik aktivitas tersebut.
Direktur Eksekutif WALHI Lampung Irfan Tri Musri, menilai perubahan bentang alam di sekitar danau tidak mungkin terjadi tanpa ada pihak yang mengoordinasikan.
Baca Juga:
Ia menyebut, pembukaan lahan dalam skala tertentu lazimnya melibatkan perencanaan dan penggerak.
“Kalaupun ada kepentingan, siapa aktor utama atau aktor kunci yang menjembatani? Tidak mungkin ini berjalan begitu saja. Berpotensi ada yang mengorganisir atau menggerakkan sehingga terjadi pembukaan lahan tersebut,” ujar Irfan kepada Rilis.id saat di hubungi via WhatsApp, Selasa (24/2/2026).
Menurut dia, dugaan kepentingan lahan menjadi variabel baru dalam membaca penyusutan Danau Asam.
Apalagi, di lapangan ditemukan indikasi pengeringan rawa, aliran air yang dibuka, hingga aktivitas penanaman di area yang sebelumnya tergenang.
Irfan menegaskan, pemerintah daerah tidak boleh menutup mata. Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Lampung Barat segera melakukan penelusuran menyeluruh untuk memastikan legalitas aktivitas tersebut.
“Hal ini harus ditindaklanjuti oleh pemerintah. Harus jelas, ini aktivitas resmi atau justru melanggar aturan tata ruang dan lingkungan,” katanya.
WALHI juga mempertanyakan status hukum Danau Asam berada dalam kawasan hutan atau bukan, dinilai krusial untuk menentukan langkah penegakan hukum.
DanauAsam
SuohLambar
WALHILampung
WalhiIndonesia
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
