Penggunaan AI di Dunia Jurnalistik, Ketum PWI Tekankan Pentingnya Verifikasi dan Konfirmasi

Tampan Fernando

Tampan Fernando

Bandar Lampung

17 November 2025 12:21 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Diskusi Arus Kecerdasan Buatan di Kantor PWI Lampung. Foto: Tampan Fernando.
Rilis ID
Diskusi Arus Kecerdasan Buatan di Kantor PWI Lampung. Foto: Tampan Fernando.

“AI hanya alat bantu. Proses peliputan, menghimpun data, dan menghasilkan berita tetap harus dilakukan oleh wartawan,” katanya.

Ia menegaskan, penggunaan AI tidak berarti wartawan harus bersikap anti-teknologi. Sebaliknya, AI dapat dimanfaatkan sepanjang penggunaannya tetap sesuai kaidah jurnalistik.

“Jangan sampai wartawan mengambil mentah-mentah informasi dari AI. Tetap harus dipastikan bahwa informasi itu akurat,” tambahnya.

Munir juga mengingatkan bahwa AI sering kali menghimpun data yang bersifat privat. Serta dapat dilatih untuk mendukung kepentingan tertentu, seperti kampanye berbasis gender, ras, atau isu diskriminatif lainnya.

“Maka wartawan harus berhati-hati agar tidak terjebak pada penggunaan data yang membuat karya jurnalistik menjadi tidak independen dan tidak netral,” ujarnya.

Ia menutup dengan pesan bahwa wartawan adalah benteng terakhir jurnalisme. Karena itu, integritas, marwah, dan nurani yang tidak dimiliki AI harus terus dijaga.

“Jiwa wartawan itu adalah observasi. AI bisa membantu kita berinovasi, tetapi yang terpenting ialah memastikan semua tetap sesuai kode etik jurnalistik untuk menghasilkan karya terbaik,” tandasnya. (*)

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

PWI Pusat

PWI

Persatuan Wartawan Indonesia

kecerdasan buatan

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya