Penggunaan AI di Dunia Jurnalistik, Ketum PWI Tekankan Pentingnya Verifikasi dan Konfirmasi
Tampan Fernando
Bandar Lampung
“AI hanya alat bantu. Proses peliputan, menghimpun data, dan menghasilkan berita tetap harus dilakukan oleh wartawan,” katanya.
Ia menegaskan, penggunaan AI tidak berarti wartawan harus bersikap anti-teknologi. Sebaliknya, AI dapat dimanfaatkan sepanjang penggunaannya tetap sesuai kaidah jurnalistik.
“Jangan sampai wartawan mengambil mentah-mentah informasi dari AI. Tetap harus dipastikan bahwa informasi itu akurat,” tambahnya.
Munir juga mengingatkan bahwa AI sering kali menghimpun data yang bersifat privat. Serta dapat dilatih untuk mendukung kepentingan tertentu, seperti kampanye berbasis gender, ras, atau isu diskriminatif lainnya.
“Maka wartawan harus berhati-hati agar tidak terjebak pada penggunaan data yang membuat karya jurnalistik menjadi tidak independen dan tidak netral,” ujarnya.
Ia menutup dengan pesan bahwa wartawan adalah benteng terakhir jurnalisme. Karena itu, integritas, marwah, dan nurani yang tidak dimiliki AI harus terus dijaga.
“Jiwa wartawan itu adalah observasi. AI bisa membantu kita berinovasi, tetapi yang terpenting ialah memastikan semua tetap sesuai kode etik jurnalistik untuk menghasilkan karya terbaik,” tandasnya. (*)
PWI Pusat
PWI
Persatuan Wartawan Indonesia
kecerdasan buatan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
