Ngobrol Bareng Komunitas, Ken Setiawan: Ancaman Radikalisme Kini Ada di Genggaman!
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Ia mencontohkan bagaimana Nabi Muhammad SAW sangat mencintai Mekkah dan memperjuangkan keadilan dan persatuan di sana, sebagai teladan dalam mencintai tanah air.
Ken mengingatkan bahwa ancaman radikalisme kini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, mengingat betapa mudahnya ideologi ekstremisme menyebar melalui media digital.
"Ancaman radikalisme ada dalam genggaman tangan kita, melalui gadget.
Penyebaran paham ekstremisme semakin cepat dan masif melalui media sosial, yang menyasar generasi muda yang rentan dan mudah terpengaruh," jelasnya.
Menurut Ken, rendahnya literasi dan kemampuan masyarakat untuk memilah informasi juga menjadi faktor utama mengapa radikalisasi begitu cepat berkembang.
Tanpa kemampuan untuk memverifikasi informasi, masyarakat lebih mudah diprovokasi dan terjebak dalam penyebaran berita palsu (hoax).
"Masyarakat harus lebih kritis, meningkatkan literasi, dan lebih berhati-hati dalam menerima informasi," tegasnya.
Acara "Ngobrol Bareng Komunitas" ini diakhiri dengan kesimpulan bahwa untuk mengatasi ancaman radikalisasi dan terorisme, masyarakat harus bersatu, memahami pentingnya Pancasila, dan meningkatkan kemampuan literasi.
Dengan begitu, Indonesia dapat terhindar dari ancaman intoleransi, radikalisme, dan terorisme yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa. (*)
Ngobrol Bareng Komunitas
BNPT
FKPT Lampung
radikalisme
terorisme
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
