Gubernur Mirza Hadiri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPRI RI Tahun 2025
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
Ia berharap generasi muda Lampung dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan dan kekuatan ideologi bangsa.
“Lampung adalah miniatur Indonesia. Di sini hidup berbagai suku, agama, dan budaya yang berdampingan dengan damai. Itulah wujud nyata dari empat pilar kebangsaan yang sudah tertanam sejak lama,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gubernur Mirza juga mengingatkan bahwa tahun 2045 akan menjadi momentum penting ketika Indonesia genap berusia 100 tahun.
Ia menegaskan bahwa generasi muda saat inilah yang akan memimpin dan membawa Indonesia menuju masa keemasan.
“Kami para pemimpin hari ini sedang menyiapkan tongkat estafet itu. Kami ingin memastikan bangsa ini diwariskan kepada generasi yang lebih baik, lebih kuat dan lebih cerdas dari kami,” pungkasnya.
Gubernur Mirza berpesan kepada para peserta agar menjadikan lomba ini bukan hanya ajang meraih prestasi, tetapi juga momentum untuk menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air.
“Generasi muda haruslah maju. Mari kita jaga persatuan bangsa kita tercinta. Tunjukkan kemampuan terbaik, junjung tinggi sportivitas dan jadilah generasi Lampung yang cerdas, berkarakter serta mencintai bangsanya,” pesannya.
Sementara itu, Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Abidin Fikri mengatakan bahwa lomba ini merupakan sarana strategis untuk membumikan nilai-nilai luhur bangsa serta menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air di kalangan pelajar.
“Adik-adik peserta bukan sekadar peserta lomba, tetapi juga duta bangsa. Kalianlah yang nantinya akan melanjutkan estafet kepemimpinan republik ini,” ujarnya.
Abidin juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung yang dinilainya berhasil menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah, bahkan di tengah dinamika sosial yang sempat terjadi di berbagai wilayah.
Gubernur Lampung
Rahmat Mirzani Djausal
lomba cerdas cermat
empat pilar mpr ri
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
