Lampung Siapkan Ribuan Hektar untuk Dukung Pengembangan Bioetanol di Indonesia
Rimadani Eka Mareta
Jakarta
Dukungan ini memperkuat keyakinan akan terwujudnya ekosistem bioethanol yang terintegrasi.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan komitmennya untuk mengoptimalkan sektor pertanian daerah sebagai bagian dari ekosistem industri bioetanol nasional.
Ia menyebut Lampung adalah produsen utama singkong, peringkat kedua untuk tebu, dan ketiga untuk jagung. Meskipun komoditas tersebut ditanam di lahan ratusan ribu hektare, pemanfaatannya untuk industri hilir masih belum maksimal.
Saat ini, Lampung memiliki dua perusahaan ethanol yang beroperasi, namun kapasitas serapnya terhadap hasil pertanian lokal masih terbatas, yang mengakibatkan kelebihan pasokan di tingkat petani, yang berpotensi menurunkan harga.
Gubernur Mirza berharap pengembangan ekosistem bioethanol, terutama bioethanol dari jagung, dapat mengatasi masalah ini dan meningkatkan nilai tambah pertanian.
Rapat ini turut dihadiri pula oleh Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Nandi Julyanto, dan jajaran Pemerintah Provinsi Lampung. (*)
Gubernur Lampung
Rahmat Mirzani Djausal
menteri koperasi dan UKm
bioetanol
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
