Gubernur Ajak Perbankan Dukung Hilirisasi Jagung dan Padi di Lampung
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
Kepala Bappeda Provinsi Lampung, Anang Risgiyanto, dalam paparannya menyampaikan bahwa kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Lampung pada 2024 tercatat sebesar 26,21 persen, menurun dari 29,73 persen pada 2020. Pertumbuhan sektor pertanian juga sempat berfluktuasi, dengan catatan positif di 2022, terkontraksi pada 2023 (-0,54 persen) dan 2024 (-2,09 persen), namun kembali tumbuh pada 2025 yakni 5,44 persen di Triwulan I dan 1,88 persen di Triwulan II.
Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP) Lampung pada 2024 tercatat sebesar 128,9 persen, jauh di atas rata-rata nasional 109,39 persen, menandakan daya beli petani relatif membaik. Dari sisi ketenagakerjaan, sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar. Pada Februari 2025, tercatat sebanyak 2,29 juta orang (46,96 persen) bekerja di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, dengan peningkatan pekerja formal sebesar 1,9 persen poin menjadi 1,43 juta orang.
Anang juga menegaskan peran penting perbankan dalam pengembangan pembiayaan pertanian, mulai dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian, kredit mikro, kredit berbunga rendah, hingga pembiayaan mekanisasi pertanian seperti dryer, RMU, dan SILO. Sementara itu, dunia usaha diharapkan aktif dalam kemitraan usaha tani melalui program CSR, contract farming, inti–plasma, investasi hilirisasi, penguatan rantai pasok, serta penerapan teknologi modern seperti precision farming dan digitalisasi pertanian.
Pemprov Lampung sendiri terus mendorong program Desaku Maju yang berfokus pada pelayanan dasar masyarakat, pemberdayaan usaha, peningkatan SDM, serta penguatan ekonomi desa melalui mekanisasi, hilirisasi, dan vokasi tematik. Program ini diharapkan menjadi model penguatan ekonomi berbasis pertanian dengan dukungan pemerintah, dunia usaha, dan perbankan.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menekankan pentingnya desain hilirisasi komoditas sesuai potensi daerah.
“Kami telah memetakan pohon hilirisasi komoditas. Tinggal bagaimana kita memilih yang sesuai untuk Lampung. Pertumbuhan di sektor pertanian tahun ini bahkan melebihi sektor lain, sehingga menjadi komitmen kami untuk mendukung program Gubernur,” jelasnya.(*)
Gubernur Lampung
Rahmat Mirzani Djausal
padi
jagung
perbankan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
