Gubernur Ajak Perbankan Dukung Hilirisasi Jagung dan Padi di Lampung

Rimadani Eka Mareta

Rimadani Eka Mareta

Bandarlampung

3 Oktober 2025 13:33 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Foto Diskominfo Provinsi Lampung
Rilis ID
Foto Diskominfo Provinsi Lampung

RILISID, Bandarlampung — Pemerintah Provinsi Lampung menggelar Rapat Optimalisasi Peran Perbankan dan Dunia Usaha dalam Memajukan Sektor Pertanian yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Kamis (2/10/2025).

Rapat dipimpin langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dan dihadiri jajaran perbankan, pelaku usaha, serta instansi terkait. Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi antar stakeholder dalam menjaga stabilitas pertumbuhan pertanian serta meningkatkan nilai tambah sektor tersebut sebagai tulang punggung perekonomian daerah.

Dalam arahannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menekankan pentingnya penyatuan visi dan langkah antara pemerintah, dunia usaha, dan perbankan.

“Lampung tumbuh dengan pertaniannya, sehingga harga komoditas benar-benar menentukan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pemerintah sebagai regulator, dunia usaha sebagai eksekutor, dan perbankan sebagai pendukung harus searah dan saling memahami arah pembangunan Lampung ke depan,” ujar Gubernur.

Gubernur juga menyoroti tiga komoditas utama Lampung, yaitu ubi kayu, jagung, dan padi. Ia menegaskan perlunya peningkatan kapasitas pengeringan hasil panen, mengingat pada 2024 hanya 30 persen produksi jagung yang dapat dikeringkan di Lampung, sementara 70 persen sisanya terpaksa dijual keluar daerah dengan harga lebih rendah.

“Kalau padi dan jagung bisa kita keringkan di Lampung, pertumbuhan ekonomi akan meningkat. Saya minta perbankan turut membantu melalui pembiayaan, agar desa dan UMKM dapat memperoleh mesin-mesin industri. Dalam dua tahun ke depan, kita akan alihfungsikan 100 ribu hektare lahan singkong menjadi jagung dan padi gogo. Hal ini tentu membutuhkan dukungan perbankan, khususnya melalui skema KUR,” jelas Gubernur.

Selain itu, Pemprov Lampung juga akan memaksimalkan peran Koperasi Merah Putih guna memberikan nilai tambah pada komoditas desa serta memperkuat kemandirian petani.

“Tanpa dunia usaha, Lampung tidak akan bisa maju. Dunia usaha harus tumbuh beriringan dengan masyarakat, sehingga ketika perusahaan besar berkembang, pendapatan masyarakat juga ikut meningkat,” tegasnya.

Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, menyatakan dukungan terhadap program Desaku Maju yang telah dirancang dengan ekosistem closed loop.

“Bagi perbankan, skema ini dapat menjadi mitigasi risiko yang baik. Karena itu, kami sangat mendukung penyaluran pembiayaan bagi sektor pertanian,” ucapnya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Rimadani Eka Mareta
Tag :

Gubernur Lampung

Rahmat Mirzani Djausal

padi

jagung

perbankan

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya