FKPT Lampung Siap Gelar Empati Digital Menuju Terang Bersama Pelajar dan Mahasiswa
Tampan Fernando
Bandar Lampung
“Beberapa waktu lalu aparat mengamankan sejumlah pelajar di beberapa daerah terkait kasus terorisme. Mereka terpapar paham radikal melalui media sosial,” tegas Ken.
Ia menambahkan, saat ini ancaman radikalisme telah berpindah ke genggaman tangan — lewat gawai dan arus informasi digital yang begitu cepat. Ruang maya menjadi lahan subur bagi kelompok radikal untuk menyebarkan ideologi, merekrut anggota, hingga menggerakkan aksi.
Untuk menghadapi ancaman tersebut, Ken menekankan pentingnya Empati Digital, yaitu kesadaran bahwa di balik setiap layar ada manusia dengan perasaan.
“Dengan empati digital, kita hadir bukan hanya sebagai pengguna media, tetapi juga sebagai penjaga ruang publik digital,” katanya.
“Kita perlu melawan narasi kebencian dan intoleransi dengan narasi kebaikan, agar masyarakat lebih memahami, peduli, dan bersama-sama menjaga lingkungan dari bahaya paham radikalisme,” tutup Ken. (*)
FKPT Lampung
melawan terorisme
paham radikalisme
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
