Donna Sorenty Moza: Hilang Konsumen Nggak Rugi, Mau SBY-Prabowo Jadi Dirut Tak Ngubah Apa-apa
Arya Besari
Lampung Barat
RILISID, Lampung Barat — Krisis air bersih di Desa Tambak Jaya, Kecamatan Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat (Lambar), memasuki fase paling genting.
Lebih dari enam bulan terakhir, warga bergantung pada sumur bor dan air galon karena pasokan dari PDAM Limau Kunci tidak kunjung normal.
Situasi memanas ketika Direktur PDAM Limau Kunci Donna Sorenty Moza, memberikan respons melalui serangkaian pesan suara WhatsApp kepada Rilis.Id pada Jumat (14/11/2025).
Pernyataan Donna menuai kontroversi, karena dianggap tidak mencerminkan kepedulian terhadap pelanggan terdampak.
Dalam salah satu pesan suara yang diterima Rilis.Id, Donna mengatakan, kalau gue mah gini, kehilangan konsumen Tambak Jaya nggak rugi gue.
Ia juga menyinggung buruknya infrastruktur PDAM yang menurutnya merupakan tanggung jawab pemerintah daerah.
“Kualitasnya jelek memang begini. Harusnya Pemda yang bangun fasilitas lengkap. Mau SBY dan Prabowo jadi Dirut PDAM pun nggak akan berubah,” ujarnya dalam pesan suara lainnya.
Keluhan serupa kembali diulang ketika menanggapi laporan warga,
“PDAM Lambar nggak akan berubah kalau hulunya nggak diubah. Suruh aja Prabowo sama SBY jadi Direktur bro,” ujarnya.
Pernyataan Donna dinilai bertolak belakang dengan kondisi di lapangan.
PDAM Limau Kunci
Direktur PDAM
Donna Sorenty Moza
konsumen
Tambak Jaya
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
