DBD di Bandar Lampung Tercatat 33 Kasus, Mayoritas Kelurahan Zona Endemis
Yudha Priyanda
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung mencatat sebanyak 33 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi hingga April 2026.
Meski tidak ada kasus kematian dan angkanya masih di bawah rata-rata nasional, masyarakat diminta tetap waspada. Pasalnya, sebagian besar kelurahan di Kota Bandar Lampung masih berstatus endemis.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, mengatakan dari total 126 kelurahan, mayoritas masih memiliki riwayat kasus dalam siklus tahunan.
“Sebanyak 68 kelurahan masuk kategori endemis, 55 kelurahan sporadis, dan hanya tiga kelurahan yang benar-benar bebas kasus dalam tiga tahun terakhir,” ujarnya, Rabu, (8/3/2026).
Ia menjelaskan, tiga kelurahan yang bebas kasus tersebut akan dijadikan percontohan atau pilot project untuk melihat pola keberhasilan pencegahan yang bisa diterapkan di wilayah lain.
“Ini akan kami jadikan pusat pengamatan, bagaimana pola pencegahan yang dilakukan masyarakat bisa diterapkan di wilayah endemis,” katanya.
Dalam upaya pengendalian, Dinkes terus mendorong penerapan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, serta mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air.
Selain itu, penggunaan bubuk abate serta peran kader juru pemantau jentik (jumantik) juga diperkuat.
“Kami menggerakkan ribuan kader hingga tingkat kelurahan. Edukasi langsung ke rumah warga terus dilakukan melalui jumantik dan tim promosi kesehatan puskesmas,” tambahnya.
Selain DBD, Dinkes juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran campak. Berdasarkan laporan, terdapat 51 kasus suspek dari puskesmas dan 169 kasus suspek dari rumah sakit.
Bandar Lampung
DBD
Dinkes
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
