Dari Superman ke Super Team, Zulkarnain Tegaskan Budaya Kerja Bersama di Kemenag Tubaba
Rimadani Eka Mareta
Tulang Bawang Barat
RILISID, Tulang Bawang Barat — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, menegaskan bahwa keberhasilan organisasi tidak ditentukan oleh satu figur hebat, melainkan oleh kekuatan kerja bersama.
Di lingkungan Kementerian Agama, menurutnya, tidak ada lagi “Superman”, yang ada adalah Super Team yang bekerja secara kolaboratif, disiplin, dan terarah.
Penegasan tersebut disampaikan Zulkarnain saat melakukan kunjungan kerja dan pembinaan ASN di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang Barat, Kamis (22/1/2026), yang diikuti jajaran pimpinan, ASN, serta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Organisasi yang kuat bukan bergantung pada satu orang, tetapi pada kerja tim yang solid. Tidak ada lagi Superman, yang kita butuhkan adalah Super Team yang saling menguatkan dan bekerja sesuai peran masing-masing,” tegasnya.
Dalam arahannya, Zulkarnain mengajak seluruh ASN Kemenag Kabupaten Tulang Bawang Barat membangun budaya kerja kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas sebagai fondasi utama membentuk Super Team yang efektif dan berkelanjutan. Ketiga nilai tersebut, menurutnya, harus berjalan seimbang agar kinerja organisasi benar-benar berdampak.
Zulkarnain juga menegaskan peran PPPK sebagai bagian integral dari Super Team Kementerian Agama. Ia mengingatkan agar perjanjian kinerja yang telah ditandatangani dijaga dengan penuh tanggung jawab dan diwujudkan melalui kinerja yang disiplin dan profesional.
“Perjanjian kinerja adalah komitmen, bukan formalitas. Setiap PPPK harus menunjukkan kinerja yang terukur dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dinamika kepegawaian, termasuk mutasi dan rotasi jabatan, berjalan melalui mekanisme yang jelas dan tidak dapat dilakukan secara instan. Seluruh proses dilakukan melalui evaluasi serta penerbitan Surat Keputusan oleh Kementerian Agama Pusat.
Selain penguatan kinerja internal, Zulkarnain menekankan pentingnya pelayanan publik yang dilandasi cinta tanpa syarat (unconditional love). Pelayanan, menurutnya, harus diberikan secara adil, tulus, dan tanpa diskriminasi sebagai wujud pengabdian ASN Kementerian Agama kepada masyarakat.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa pelayanan yang humanis harus tetap dijalankan berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP). SOP menjadi instrumen penting untuk menjamin kesetaraan layanan dan memberikan kepastian bagi masyarakat sebagai pengguna layanan.
Kemenag
kanwil Kemenag Lampung
kakanwil Kemenag Lampung
Zulkarnain
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
