BPS Beberkan Strategi Baru Atasi Kemiskinan di Lampung: Data Harus Hidup dan Adaptif

Tampan Fernando

Tampan Fernando

Bandar Lampung

16 Oktober 2025 18:43 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Potret kemiskinan di Provinsi Lampung. Ilustrasi: Chatgpt.
Rilis ID
Potret kemiskinan di Provinsi Lampung. Ilustrasi: Chatgpt.

Targeting yang baik harus berbasis pada data mikro, bukan hanya data makro kabupaten/kota. Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) harus bersifat living data. Artinya, diperbarui secara berkala dan terintegrasi dengan sistem pelaporan masyarakat.

Desa dan kelurahan perlu diberdayakan sebagai simpul verifikasi awal. Dengan pelibatan aktif aparat lokal dan masyarakat, data tidak hanya menjadi lebih mutakhir, tetapi juga lebih dapat dipercaya.

Di beberapa desa di Lampung, program pemutakhiran data berbasis musyawarah desa terbukti mampu memperbaiki akurasi data penerima manfaat. Dalam satu kasus, seorang janda lansia yang semula tidak terdaftar akhirnya masuk dalam daftar penerima karena keterlibatan tokoh masyarakat dalam proses verifikasi.

Pelibatan Teknologi dan Big Data

Pemanfaatan teknologi informasi sangat penting dalam menciptakan sistem targeting yang adaptif. Di era digital ini, data dari berbagai sumber dapat dikompilasi dan dianalisis secara cepat untuk memetakan rumah tangga rentan.

Aplikasi mobile, dashboard interaktif, dan algoritma machine learning dapat membantu menyesuaikan daftar sasaran secara real time. Sebagai contoh, sistem early warning berbasis big data dari sektor kesehatan, ketenagakerjaan, dan pendidikan bisa mengidentifikasi gejala kemiskinan sebelum menjadi krisis.

Jika seorang kepala keluarga kehilangan pekerjaan atau anak-anaknya putus sekolah, sistem bisa memberikan sinyal risiko dan merekomendasikan intervensi cepat.

Namun, pemanfaatan teknologi harus disertai dengan perlindungan data pribadi dan transparansi proses, agar tidak terjadi penyalahgunaan.

Responsif terhadap Krisis

Sistem targeting juga harus mampu merespons kondisi darurat seperti bencana alam, pandemi, atau gejolak ekonomi. Untuk itu dibutuhkan shock-responsive social protection, yakni sistem perlindungan sosial yang fleksibel dalam memperluas cakupan dan intensitas bantuan ketika terjadi krisis.

Menampilkan halaman 2 dari 3

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

angka kemiskinan

kemiskinan lampung

penduduk miskin

BPS Lampung

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya