Visi Indonesia Akan Gelar Diskusi soal Pembangunan di Perbatasan

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

18 September 2018 06:30 WIB
Nasional | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILISID, Jakarta — LSM Visi Indonesia akan menggelar diskusi publik terkait kebijakan Presiden Joko Widodo dalam melakukan pembangunan di wilayah perbatasan di Indonesia. 

Menurut Direktur Eksekutif Visi Indonesia, Encep Azis Muslim, diskusi itu juga bagian dari sosialisasi kepada masyarakat terkait keberhasilan program pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla tersebut. 

"Diharapkan dari diskusi publik ini, kalangan pegiat media massa dapat memperoleh informasi pembangunan di perbatasan yang sedang dilakukan pemerintahan Joko Widodo," katanya kepada rilis.id, Senin (17/9/2018). 

Pria yang akrab disapa Aziz itu mengatakan, pembangunan di wilayah perbatasan merupakan bagian membangun kebanggaan nasional. Menurutnya, hal itu adalah wujud nyata negara hadir untuk menjamin keamanan dan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, lanjut dia, pembangunan wilayah perbatasan dengan membuat sarana dan prasarana, pelayanan sosial serta konektivitas itu juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Karena itu lah sejauh mana upaya pemerintahan saat ini dalam membangun sarana dan prasarana di wilayah perbatasan , Visi Indonesia akan menggelar media gathering dan diskusi publik," ujarnya.

Diskusi dengan tema "Optimalisasi Peran Jurnalis dalam Mengabarkan Pembangunan di Perbatasan" itu rencananya akan digelar pada Senin, 24 September 2018 di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta. 

Adapun narasumber yang akan dihadirkan adalah Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informasi Gun Gun Siswadi, pengamat perbatasan Syafuan Rozi Soebhan, pengamat perbatasan, dan anggota PWI, Gede Moenanto. 

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Elvi R
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya