Tanggapi Video Pemerintahan SBY, PDIP: Beda Masa Beda Tantangan

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

3 Juni 2018 15:00 WIB
Nasional | Rilis ID
Eva Kusuma, ILUSTRASI: RILIS.ID
Rilis ID
Eva Kusuma, ILUSTRASI: RILIS.ID

RILISID, Jakarta — Unggahan video tentang pembangunan Indonesia di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang menyertakan keterangan 'rasakan bedanya saat ini' beredar di dunia maya. Video tersebut diunggah akun Facebook Demokrat_TV.

Menanggapi itu, Politisi PDIP Eva Kusuma Sundari menegaskan, setiap pemerintahan punya rasa tersendiri dalam aspek kebijakan. Termasuk perbedaan era pemerintahan kini dan lalu.

"Beda masa beda tantangan. Kalau Pak Jokowi sikon (situasi dan kondisi)-nya sama seperti zaman Pak SBY, mungkin bisa lebih baik, demikian juga sebaliknya. Ini karena beda fokus. Pak Jokowi ingin melakukan yang belum dibikin Pak SBY," ujar Eva kepada wartawan di Jakarta, Minggu (3/6/2018).

Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP pun mengklaim, sudah banyak capaian yang dilakukan Jokowi dibandingkan pemerintahan SBY. Salah satunya, pembubaran HTI yang hampir merenggut Indonesia berganti ideologi ke khilafah. Serta kerja keras Jokowi dalam bagi-bagi sertifikat jauh lebih banyak ke rakyat daripada era SBY. 

"Tidak mau terhenti jadi negara ekstraktif, maka Jokowi genjot infrastruktur dan pembenahan sektor energi sehingga bisa menaikkan investment grade Indonesia dan insyaallah bisa mulai jadi negara industri. Kita tentu tidak puas jika sumber pertumbuhan dari tambang dan jualan bahan mentah," paparnya.

Eva membeberkan sejumlah capaian Jokowi, di antaranya gini rasio turun tahun 2014: 0,41 dan 2017 menjadi 0,39.

"IPM meningkat, 2014: 68,9 tahun 2016: 70,18, pertama kali Indonesia masuk dalam kategori tinggi. Angka kemiskinan turun. Tahun 2014 sebesar 10,96% (27,7 juta jiwa) 2017 menjadi 10,12% (26,58 juta jiwa)," pungkas Anggota Komisi IX DPR RI ini.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya