Surat Permohonan Maaf Eni Saragih Beredar, Ini Respons KPK

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

18 Juli 2018 13:20 WIB
Nasional | Rilis ID
FOTO: Instagram
Rilis ID
FOTO: Instagram

Pak Jokowi, bapak presiden mohon jangan digagalkan model proyek Riau I ini karena model ini yang bapak mau.

Banyak tangan atau kepentingan segelintir orang yang tidak mau model seperti ini bisa jalan mereka tidak mau negara menguasai aset (51 persen) mereka hanya mau kepentingannya saja.

Saya mohon Bapak Presiden turun tangan maju dengan proyek 35 ribu MW.

Ada lagi yamg lebih gila lagi, Proyek Paiton di atas Rp9 sen, luar biasa gilanya.

Saya membantu Riau I, karena saya tahu semangatnya Pak Kotjo dan Pak Sofyan Basyir adalah semangatnya buat negara, semuanya di-press, ditekan agar hasil jualnya ke PLN menjadi murah dengan begitu listrik buat rakyat pun menjadi murah.

Kesalahan saya, karena saya menganggap pak Kotjo teman, satu tim, bukan orang lain sehingga kalau ada kebutuhan yang mendesak saya menghubungi beliau untuk membantu sponsor kegiatan organisasi, kegiatan umat maupun kebutuhan pribadi dan pak Kotjo pun membantu karena mungkin beliau beranggapan yang sama kepada saya.

Kesalahan saya juga adalah merasa kalau pun ada rezeki yang saya dapat dari proyek ini karena saya merasa proyek ini proyek investasi, di mana swasta menjadi agen yang legal, proses dari proyek ini benar, kepentingan negara nomor I (karena menguasai 51 persen), rakyat akan mendapatkan listrik murah (karena harga jual ke PLN murah), sehingga kalau pun ada rezeki yg saya dapat dari proses ini menjadi halal dan selalu saya niatkan untuk orang-orang yang berhak menerimanya.

Saya mengakui ini salah, karena saya sebagai anggota DPR (karena jabatan saya melekat) dan kesalahan ini akan saya pertanggungjawabkan di depan hukum dan di hadapan Allah SWT.

Jakarta, 15 Juli 2018
Eni Maulani Saragih

Menampilkan halaman 3 dari 3
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya