Setahun Kepemimpinan Arinal-Nunik: Petani Berjaya, Apa Kabar?

Default Avatar

Anonymous

BANDARLAMPUNG

12 Juni 2020 13:30 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Dendi Supratman
Rilis ID
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Dendi Supratman

Menurut BPS, survei harga produsen gabah mencatat 45 observasi. Observasi didominasi oleh kelompok gabah kualitas GKP.

Harga gabah tertinggi di tingkat petani mencapai Rp4.200 per kilogram pada gabah kualitas GKP dengan varietas ciherang terdapat di Kecamatan Sragi, Lampung Selatan.

Harga gabah terendah mencapai Rp3.700,00 per kilogram pada GKP dengan varietas muncul dan galur terdapat di Kecamatan Palas, Lampung Selatan dan Kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur. Harga tersebut berada dibawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yaitu Rp4.200 per kilogram.

Di tingkat penggilingan, harga gabah tertinggi Rp4.300 per kilogram pada gabah kualitas GKP dengan varietas ciherang terdapat di Kecamatan Punggur, Lampung Tengah dan Kecamatan Sragi, Lampung Selatan. Sedangkan harga gabah terendah kelompok kualitas GKP yaitu Rp3.800 per kilogram dengan varietas muncul terdapat di Kecamatan Palas, Lampung Selatan. Harga tersebut berada dibawah HPP yaitu Rp4.250 per kilogram.

Saat dikonfirmasi mengenai program KPB, Wakil Sekretaris II Tim Implementasi dan Pengembangan Program KPB Provinsi Lampung Indriati Agustina Gultom menjelaskan, berdasarkan locus yang diterimanya, saat ini peserta program KPB sudah tersebar di tujuh kabupaten/kota yaitu Metro, Lampung Tengah, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, Lampung Selatan dan Lampung Timur. 

”Delapan kabupaten/kota lainnya menyusul. Sejauh ini jumlah petani peserta program KPB yang sudah diputuskan Dinas Pertanian Lampung, pada implementasi tahap pertama berjumlah 7.500-8.000 petani dan yang sudah teregristrasi jumlahnya 80 persennya. Pendaftaran petani peserta program KPB melalui online,” kata Indri kepada Rilis Lampung, Kamis (11/6/2020).

Dia mengatakan, implementasi tahap pertama program KPB dimulai pada November dengan melakukan sosialisasi dan di Desember dilakukan registrasi.

Menurutnya, program KPB baru tersebar di tujuh kabupaten kota karena banyak faktornya. Dimana program KPB ini di antaranya bergantung faktor kapan musim tanam petani dan sistem airnya. 

”Yang pertama dilihat jadwal musim tanamnya kapan,” ujarnya.

Program unggulan di KPB, kata Indri, di antaranya petani mudah mendapatkan histori semua kegiatan bertani, petani bisa mengetahui apa saja bantuan yang bisa diterima petani, asuransi usaha tani padi bagi daerah yang memiliki resiko cuaca ekstrim dan petani bisa mengajukan kredit usaha tani ke perbankan.

”Petani bisa mengajukan pinjaman modal ke Bank, ada 4 bank yaitu Bank Lampung, BNI, BRI dan Mandiri. Petani bisa meminjam modal sesuai kebutuhan usahanya. Petani yang tergabung di program KPB ini sifatnya individual karena KPB ini basic identifikasinya berdasarkan NIK e-KTP. Pengertian petani dalam arti luas, yaitu petani tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan dan perikanan,” ungkapnya.

Menampilkan halaman 2 dari 3

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Wirahadikusumah
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya