Pengorbanan, Perawat Positif Korona asal Bekasi Meninggal Dunia

AM Ikhbal

AM Ikhbal

Bandung

16 Maret 2020 21:45 WIB
Daerah | Rilis ID
Ilustrasi perawat. (Foto: pixabay)
Rilis ID
Ilustrasi perawat. (Foto: pixabay)

RILISID, Bandung — Seorang perawat positif virus korona asal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat meninggal dunia. Kabar ini nyaris tak terekspos ke publik dan hanya berkembang melalui pesan berantai hingga akhirnya dibenarkan Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Awalnya, Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah mengatakan, perawat berusia 37 tahun ini dikategorikan sebagai suspect atau terduga covid-19 karena pekerjaannya yang rentan dengan orang sakit. Sementata untuk hasil laboratorium rekam mediknya belum didapat.

"Sampai detik ini kami belum dapat hasil laboratorium dari Balitbangkes Kementerian Kesehatan, jadi kami tidak bisa mengatakan itu positif atau negatif," kata Alamsyah pada Minggu (15/3/2020).

Menurut dia, perawat itu sakit kemudian meninggal, jadi masih kategori orang dalam pengawasan.

Alam menjelaskan, perawat itu sebelumnya telah dirawat selama tiga hari di rumah sakit tempatnya bekerja. Kemudian dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso.

"Dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso belum sampai 24 jam kemudian meninggal," ucapnya.

Alam menegaskan, tidak ada isolasi wilayah pasca-meninggalnya korban.

"Tidak ada isolasi secara sewilayah. Yang ada keluarga memang melakukan karantina mandiri, keluarga mereka berdiam diri di rumah. Kami pantau keluarga yang kontak dengan beliau," ujarnya.

Hingga akhirnya Gubernur Ridwan Kamil membeberkan update data virus korona si Jabae.

Berdasaekan penyempurnaan keakuratan dan sistem pendataan di Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar), sampai Senin (16/3/2020) tercatat ada 10 pasien positif virus korona asal Jawa Barat. Dua di antaranya meninggal dunia.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya