Pasar yang Dikelola BUMDes di Demak Sudah Raih Omzet Rp142 Juta

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

2 Juni 2018 19:58 WIB
Daerah | Rilis ID
Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan Kementerian Desa PDTT Harlina Sulistiyorini kunjungi pasar di Demak. FOTO: Humas Kemendes PDTT
Rilis ID
Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan Kementerian Desa PDTT Harlina Sulistiyorini kunjungi pasar di Demak. FOTO: Humas Kemendes PDTT

RILISID, Jakarta — Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan (PKP) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Harlina Sulistiyorini meninjau pasar kawasan perdesaan di Desa Waru, Kecamatan Mranggen, Demak, Jawa Tengah, baru-baru ini. Pasar Kawasan yang baru beroperasi 4 bulan ini telah meraih omzet Rp142 juta.

"Harapan kami dengan adanya pasar kawasan ini, bisa membantu masyarakat di kawasan ini untuk memperjualbelikan hasil produksinya maupun lebih meningkatkan hasil ekonominya. Sehingga nantinya kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan," ujarnya dalam pernyataan pers yang diterima rilis.id, Sabtu (2/6/2018).

Ia mengatakan, hadirnya pasar kawasan perdesaan ini cukup membantu masyarakat setempat terutama dalam menghadapi momen ramadan. Meski Ramadan, harga produk di pasar ini tetap bertahan pada harga normal.

"Kalau dilihat para pedagang lebih memperbanyak stok jualannya. Biasanya pasar ini tidak jualan setiap hari. Hanya karena ini bulan ramadan kami minta untuk berjualan setiap hari," ujarnya.

Pasar kawasan perdesaan yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama antara Desa Waru dan Desa Ngamplak ini merupakan bantuan dari Kemendes PDTT tahun anggaran 2017. Bantuan tersebut terdiri dari 24 lapak pedagang dan 8 ruko yang mampu menampung 50 pedagang.

"Program ini (pasar kawasan perdesaan) dimulai sejak tahun 2016. Tahun 2016 itu kita laksanakan di 29 kabupaten, kemudian tahun 2017 ada 14 kabupaten, dan sekarang 13 kawasan. Sehingga pasar-pasar ini bisa kita replikasi untuk kawasan luar jawa yang punya potensi pengembangan pasarnya. Sehingga nanti bisa berkembang masyarakatnya sejahtera," ujarnya.

Di sisi lain, Ketua BUMDes Bersama Berkah Jaya Diah Winarni mengakui, antusiasme warga untuk berdagang di pasar tersebut cukup tinggi. Hal tersebut menyebabkan jumlah lapak yang telah dibangun belum mampu menampung seluruh pedagang. Ia berharap pasar tersebut dapat berkembang pesat sehingga pasar kawasan tersebut dapat segera diperluas.

"Pasar ini juga kami sewakan untuk pasar malam. Biasanya tiga minggu sekali, Rp800 ribu per malam," ungkapnya.

Ia melanjutkan, BUMDes Bersama Berkah Jaya juga tengah mengembanhkan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) berupa makanan khas desa setempat. Di antaranya tape singkong, rempeyek, dan tahu bakso.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya