Panen Padi di Lamsel Tahun Ini Capai 217.188 Ton
Agus Pamintaher
Lampung Selatan
RILISID, Lampung Selatan — Di tengah pendemi wabah Covid-19, petani padi di Lampung Selatan (Lamsel) masih bisa panen. Bahkan dari 40.220 hektar lahan tanaman padi di Lamsel, estimasi panen berkisar 217.188 ton.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Lamsel, Bibit Purwanto mengatakan, panen raya padi tahun 2020 berakhir di bulan Mei. Meski ditengah wabah, Lamsel menjadi salah satu lumbung pangan di Provinsi Lampung.
“Panen padi tahun ini di Lamsel, Alhamdulillah bisa sebagai penyuplai bahan pokok di Lamsel, Lampung bahkan luar daerah,” kata Bibit, Kamis (23/4/2020).
Untuk mendukung peningkatan indeks pertanaman atau produktivitas tersebut, Bibit Purwanto mengaku dari Kementerian Pertanian telah mengalokasikan kegiatan Optimasi Lahan (Oplah) di Kecamatan Palas dan Sragi. Melalui program Rawa Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) di Lamsel, luas lahan yang disiapkan sekitar 2.515 hektar.
“Program Oplah tersebar di dua kecamatan yaitu, Palas dan Sragi untuk sembilan Desa. Selesai panen, Gapoktan membuat persemaian padi untuk tanam padi untuk tanam berikutnya,” imbuh Bibit.
Bibit melanjutkan, kegiatan Oplah Serasi dilaksanakan dengan pola swakelola oleh Gapoktan. Pelaksanaan didampingi Konsultan Perencana dan Pengawas dari Unila. Lalu pendampingan dari Kodim 0421 Lampung Selatan, Kejaksaan Negeri Kalianda serta penyuluh pertanian.
Sasaran dari program yakni lahan rawa pasang surut/lebak yang bermasalah dalam tata kelola air. Selain itu kegiatannya berupa pembuatan saluran tersier, kuarter, folder, gorong-gorong, pintu air, pengadaan mesin pompa dan perlengkapannya, serta pengadaan bahan pembenah tanah.
“Dengan adanya kegiatan Serasi tersebut, dapat terlaksana percepatan tanam (peningkatan IP) serta peningkatan produktvitas sesuai anjuran Kementerian Pertanian,” pungkasnya.
Plt. Camat Sragi, Hipni mengaku, jika musim penghujan air susah keluar dan sebaliknya, saat musim kemarau tidak ada suplai air ke persawahan. Dengan adanya program Serasi tersebut, sangat dirasakan sekali manfaatnya oleh petani. Karena percepatan tanam bisa dilaksanakan dengan baik.
“Petani sangat terbantu dengan program Oplah Serasi. Apalagi ditengah-tengah wabah Covid-19, petani kami masih semangat dalam melaksanakan aktifitas melalaui percepatan pertanaman,” kata Hipni. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
