Mentan Amran Ajak Wujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia di Hari Krida Pertanian
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengajak masyarakat pertanian, seperti petani, peternak, pegawai dan pengusaha yang bergerak di sektor pertanian untuk mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada peringatan Hari Krida Pertanian ke-48Tahun 2018.
"Indonesia sebagai negara agraris harus mampu menjadi mandiri di bidang pangan. Sesuai dengan arah kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla, bahwa kebijakan pertanian Indonesia berpangkal pada satu tujuan, mewujudkan kedaulatan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani," katanya di halaman kantor Kementerian Pertanian RI, Jumat (22/6/2018).
Adapun Tema Hari Krida Pertanian tersebut yaitu "Jadikan Momentum Bekerja untuk Menggapai Kesejahteraan Petani."
Menteri Amran juga mengajak masyarakat pertanian untuk mengerahkan segala energi yang ada untuk mewujudkan cita cita kemandirian pangan yang menyejahterakan petani.
"Di Hari ini saya mengajak kita semua untuk menggelorakan semangat membangun kemandirian pangan, untuk mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045," jelasnya.
Menutup amanatnya, Menteri Pertanian mengucapkan Selamat Hari Lahir kepada Presiden Joko Widodo, yang juga bertepatan dengan Hari Krida Pertanian, setiap 21 Juni.
Penetapan tanggal 21 Juni sebagai Hari Krida Pertanian didasarkan atas pertimbangan pada tanggal tersebut ditinjau dari segi astronomis, matahari yang memberikan tenaga kehidupan bagi tumbuhan, hewan dan manusia, berada pada garis balik utara (23,50 lintang utara) di mana pada saat itu terjadi pergantian iklim yang seirama dengan perubahan-perubahan usaha kegiatan pertanian.
Dengan demikian bulan Juni merupakan bulan yang penting bagi masyarakat pertanian.
Kegiatan panen berbagai komoditi pertanian seperti kopi, cengkeh, lada dan sebagainya berlangsung di bulan ini.
Pada hakikatnya, Hari Krida Pertanian merupakan hari bersyukur, hari berbangga hati dan sekaligus hari mawas diri serta hari dharma bhakti.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
