Kawasan Modasi di Minahasa Sulut Siap Swasembada Bawang Putih
Anonymous
Minahasa Selatan
RILISID, Minahasa Selatan — Kabupaten Minahasa Selatan merupakan salah satu kawasan yang tergabung dalam Kawasan Modasi (Modayak, Modoinding, dan Passi). Tepatnya di lereng Gunung Soputan.
Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara, Novly Wowiling, kawasan MODASI sangat prospektif untuk pengembangan hortikultura khususnya sayuran dengan potensi pengembangan mencapai 12.000 haktare.
"Dengan potensi yang dimiliki ini, Sulawesi Utara siap mengamankan pengembangan kawasan hortikultura, khususnya dalam mensukseskan Program Swasembada Bawang Putih Tahun 2021," kata dia dalam siaran persnya, Minggu (8/7/2018).
Kepala Dinas Pertanian Minahasa Selatan, Frans Tilaar, menambahkan, Kecamatan Modoinding merupakan penghasil utama kebutuhan sayuran di Kabupaten Minahasa Selatan.
"Kawasan potensial di sini bisa mencapai 6.000 hektare. Hampir 70 persen kebutuhan sayuran di Sulawesi Utara disuplai dari Modoinding," kata dia.
Makanya, tak heran jika sejauh mata memandang, tersaji hamparan hijau lahan pertanian di areal perbukitan yang ditanami berbagai macam sayuran seperti kentang, tomat, wortel, jagung, bawang daun, buncis, kubis, cabai, bawang merah dan sebagainya.
"Layak jika kawasan ini ditetapkan sebagai kawasan pengembangan hortikultura", ungkapnya.
Selain potensi sayuran tersebut, Kabupaten Minahasa Selatan yang berada di tepian Laut Sulawesi ini juga menyimpan potensi untuk pengembangan bawang putih, khususnya di Kecamatan Modoinding.
Lokasinya yang berada di ketinggian 1.100 - 1.4000 meter di atas permukaan laut ini sangat cocok untuk pertanaman bawang putih, sehingga Kabupaten Minahasa Selatan didesain untuk menjadi lumbung bawang putih nasional.
"Kami sangat mendukung program swasembada bawang putih tahun 2021 yang dicanangkan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman," ujar Frans.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
