Kabar Tak Sedap dari Pemilihan Rektor Unpad
Anonymous
Bandung
Alumnus dan beberapa kelompok paguyuban Sunda mengecam Majelis Wali Amanat (MWA) yang meloloskan salah satu calon rektor Obsatar.
Rekam jejak Obsatar terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang telah tersebar di media sosial membuat citra Unpad memburuk.
Salah satu sesepuh, Dindin S. Maolani mengatakan tuduhan KDRT yang terlanjur tersebar di media massa dan media sosial bukan hal sepele. Pasalnya, Obsatar juga mendapatkan suara terbanyak saat pemilihan tiga bakal calon rektor Unpad.
"Ini persoalan nama Unpad. Sebagai atikan sejarah untuk urang Sunda. Cari rektor Unpad karena menyandang nama Padjajaran. Sehingga teman-teman merasa ini harus diluruskan. Siapa pun yang ujungnya akan memilih rektor, kasus pelaporan mantan istri diduga KDRT tidak boleh dibiarkan," katanya.
Sebaliknya, Ketua MWA Rudiantara seperti dikutip Pikiran Rakyat meminta semuaa pihak untuk tidak mempercayai hoaks yang terkait calon rektor. Menteri Komunikasi dan Informatika ini meminta masyarakat merujuk informasi yang berasal dari MWA.
"Kami mengimbau siapapun untuk merujuk pada keterangan MWA atau media mainstream," ujarnya.
Proses pemilihan rektor sudah mendekati tahap akkhir. Rencananya tiga kandidat ini akan dipilih menjadi rektor Unpad periode 2019-2024 pada 27 Oktober 2019.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
