KM Lestari Maju Tenggelam, Komisi V: Keledai Saja Tak Teratuk Batu yang Sama
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Ketua Komisi V DPR Fary J. Francis menyatakan keprihatinnya atas kecelakaan yang menimpa KM Lestari Maju di perairan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulselbar), Selasa (3/7/2018) pukul 14.30 Wita. Padahal, kasus serupa yang menimpa KM Sinar Bangun di Danau Toba dengan ratusan orang yang masih hilang, belum hilang dari ingatan publik.
"Kejadian yang berulang dengan lokus berbeda ini mengindikasikan bahwa pemerintah tidak belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya. Mestinya evaluasi atas setiap kejadian berujung pada perbaikan kinerja bukan malah berulangnya kejadian serupa," kata Fary dalam keterangan pers yang diterima rilis.id, Rabu (4/7/2018).
Minimnya pengawasan, kata politisi Gerindra ini menyebabkan kecelakaan sering terjadi. Pengawasan ini meliputi personal (petugas-petugas di pelabuhan, operator kapal, kru, ABK) maupun pengawasan administratif seperti manifes kapal, surat-surat jalan.
"Juga harus ada pengawasan terhadap peralatan dan kalaikan kapal. Jadi aneh KM Lestari Maju diduga lambungnya bocor dan beberapa jam sebelumnya ditambal, malah masih bisa beroperasi," ujar Fary.
Menurut Fary, minimnya pengawasan menyebabkan tidak berjalannya SOP pelayaran secara maksimal. "Akibatnya pasti kecelakaan. Sudah saatnya regulator dan operator lakukan evaluasi menyeluruh. Nyawa manusia jangan dijadikan taruhan hanya karena kelalaian regulator pun operator," ujarnya.
"Semoga dari kejadian-kejadian ini kita belajar untuk mengantisipasi agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi dan belajar merespons kejadian secara tepat dan cepat. Keledai saja tidak terantuk pada batu yang sama. Kita semestinya tidak jatuh dalam kesalahan-kesalahan berulang semacam ini," tutupnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
