Jokowi Tegaskan Projo Bukan Relawan Kardus
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Bakal calon Presiden Joko Widodo meyakini bahwa pendukungnya yang tergabung dalam pro Jokowi atau yang dikenal 'Projo' bukan relawan kardus. Dengan kata lain, Jokowi memastikan para relawannya memang ingin berjuang demi negara.
"Saya meyakini relawan Projo ini bukan relawan 'kardus', betul-betul relawan yang (punya) militansi, punya semangat daya juang yang tinggi, ingin ikut memperbaiki negara ini," kata Jokowi di Jakarta, Minggu (16/9/2018).
Hal ini disampaikan oleh Jokowi dalam penutupan Rapat Kerja Nasional IV relawan pendukung Jokowi Projo. Ia juga mengaku telah memberikan arahan tertutup kepada para relawannya.
"(Pengarahan) Ini biar rekan-rekan relawan memiliki semangat, memiliki militansi yang tinggi, mereka ingin berbuat baik untuk negara," ungkap Jokowi.
Rakernas IV Projo ini sudah digelar sejak Sabtu (15/9). Sejumlah tokoh sudah menyampaikan pembekalan kepada para relawan antara lain Erick Tohir selaku Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin dan Wakil Ketua TKN yang juga Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.
"Dari dulu 'kan kita selalu menyampaikan optimisme, menyampaikan program, menyampaikan apa yang sudah kita kerjakan," ungkap Jokowi.
Lebih jauh, Jokowi memandang sudah sepatutnya Pemilihan Presiden 2019 merupakan ajang kontestasi ide. Bukan justru debat yang membawa isu SARA (suku, agama, ras dan antargolongan).
"Saya kira memang ini sekali lagi, kontestasi ini harus diisi dengan kontestasi program, adu program, adu ide, gagasan. Saya kira ini akan mendewasakan dan mematangkan cara-cara berpolitik masyarakat," kata Jokowi.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Jokowi juga ikut berkomentar terkait dengan munculnya usulan penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam debat capres. Jokowi mengatakan, bahasa Indonesia digunakan karena bangsa Indonesia.
"Kita ini kan bangsa Indonesia. Kita bangsa Indonesia. Kita juga punya bahasa nasional, bahasa Indonesia," kata Jokowi.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
