Ekspor Lada Hitam Turun, Ini Jurus Pemprov untuk Bangkit
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung mengkritisi produksi lada hitam di Provinsi Lampung yang semakin berkurang.
Padahal, lada hitam merupakan produksi unggulan yang dimiliki Lampung sehingga provinsi ini dikenal dengan Tanoh Lado.
”Berkurangnya produksi lada hitam disebabkan kurangnya perhatian terhadap tanaman tersebut," sentil Sekretaris Komisi II DPRD Lampung, Joko Santoso kepada rilislampung.id, Selasa (18/9/2018).
Data Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Lampung, ekspor lada hitam provinsi ini pada tahun lalu tercatat
Tahun 2017 ekspor lada hitam Lampung sebesar 195,47 ton, turun 32,23 persen dibanding tahun 2016 yang mencapai 288,47 ton.
Ekspor lada hitam ke negara lain juga turun. Di tahun 2016 bisa ke 33 negara, namun saat ini jadi 24 negara.
Joko mengatakan selain kurangnya perhatian pemerintah, daun lada hitam saat ini banyak yang menguning sehingga sulit mencari bibit baru.
Petani lada hitam harus memanfaatkan tanaman lama tersebut. Sebab, proses penggantian bibit baru memakan waktu cukup lama.
Pemerintah pusat sudah mulai menyoroti berkurangnya ekspor lada hitam ini. Sebab, dulunya Lampung pengekspor lada hitam terbesar di Indonesia
Terpisah, Kepala Disbunnak Lampung Dessy Desmaniar Romas membenarkan turunnya ekspor lada hitam. Pada tahun ini akan ada anggaran pembelian bibit lada hitam. Namun dia belum bisa memaparkan nilainya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
