Ditantang Debat Pakai Bahasa Inggris, Begini Respons Timses Jokowi 

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

14 September 2018 10:57 WIB
Nasional | Rilis ID
Ketua DPP Partai Hanura, Inas Nasrullah Zubir. FOTO: RILIS.ID
Rilis ID
Ketua DPP Partai Hanura, Inas Nasrullah Zubir. FOTO: RILIS.ID

RILISID, Jakarta — Partai politik koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengusulkan adanya sesi debat capres-cawapres menggunakan bahasa Inggris.

Usulan itu disampaikan Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Yandri Susanto untuk menjadi bahan pertimbangan Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

Menanggapi itu, anggota Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Inas Nasrullah Zubir, menduga usulan tersebut adalah salah satu cara untuk menutupi sejumlah kelemahan Prabowo. 

"Ini untuk menutupi kekurangan mereka, maka mereka tanpa punya rasa malu meminta debat dilakukan dalam bahasa Inggris," katanya kepada rilis.id, Jumat (14/9/2018). 

Inas mengatakan, Prabowo-Sandi selama ini tidak memiliki rekam jejak yang sukses dalam birokrasi dan tata kelola pemerintahan. Bahkan, Prabowo masih terus dihantui dengan dugaan keterlibatan dalam penculikan sejumlah aktivis pada 1998.

"Capresnya kan masih diduga sebagai biang kerok penculikan pada tahun 1998," ujarnya. 

Tak hanya Prabowo, lanjut Inas, Sandiaga juga hingga saat ini tidak memiliki catatan prestasi di pemerintahan. Sandi, menurut dia, malah mewariskan kebijakan yang gagal saat meninggalkan jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta dan memilih maju sebagai pendamping Prabowo di Pilpres 2019. 

"Dia kan meninggalkan program OK OCE yang berantakan itu," tandasnya. 

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Sukma Alam
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya