Akhirnya, Pemkab Lambar Beberkan Rp34 M Dana Covid-19
Ari Gunawan
Lampung Barat
RILISID, Lampung Barat — Pemkab Lampung Barat akhirnya buka-bukaan juga soal dana Covid-19. Ini setelah mereka sempat menutupi informasi dalam hearing dengan DPRD setempat, Senin (8/6/2020) (baca: Ada Apa Ini? Kok Rapat Dana Covid-19 Lambar Tertutup!).
Hasil refocusing, realokasi, dan rasionalisasi anggaran ada Rp34 miliar lebih dana pencegahan dan penanganan Corona Virus Disease (Covid)-2019.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lambar, Okmal menjelaskan, sampai Juni ini dialokasikan Rp23 miliar lebih.
”Dana ituberasal dari selisih antara pendapatan dan belanja. Sisanya, Rp9 miliar lebih masih menjadi Belanja Tak Terduga (BTT),” tutur dia di ruang kerjanya, Selasa (9/6/2020).
Ia merincikan penggunaan dana Rp23 miliar yang tersebar untuk beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) dan dibagi atas tiga klaster.
Pertama, penanganan dan pencegahan Covid-19 (klaster kesehatan), yang dianggarkan Rp8,4 miliar lebih.
Rinciannya antara lain untuk pengadaan alat pelindung diri (APD), ruang isolasi Covid-19, biaya di empat posko, dan insentif tenaga kesehatan.
Lalu, proses penanganan jenazah pasien positif Covid-19, disinfektan massal, membuat pamflet Dinas Pendidikan di sekolah-sekolah, dan kelengkapan rumah sakit.
Kedua, klaster dampak ekonomi dengan anggaran Rp3 miliar lebih. Ini untuk stok bantuan di Dinas Sosial, tambahan ketahanan pangan, dan mendukung kebijakan tidak ada pajak untuk hotel dan rumah makan di bulan Maret, April, dan Mei.
”Terus kita membebaskan biaya berobat di puskesmas-puskesmas selama tiga bulan. Dananya dari situ. Teknis di Dinas Kesehatan ya," sambung Okmal.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
