Perkuat Ketahanan Air di Sekincau, Belasan KPA TNBBS Tanam 9.330 Pohon
Arya Besari
Lampung Barat
Selain penanaman, kegiatan juga mencakup pemeliharaan tanaman secara rutin, seperti pembersihan gulma, pemantauan pertumbuhan, serta penyulaman terhadap tanaman yang mati.
Penanaman di luar areal pemanfaatan difokuskan pada lahan penyangga sumber air dan area dengan fungsi ekologis penting, guna memperkuat sistem resapan dan mencegah degradasi lahan.
San Andre menambahkan, penguatan tutupan vegetasi memberikan manfaat ekologis jangka panjang, di antaranya menjaga stabilitas debit air, mengurangi erosi dan sedimentasi, serta memperbaiki iklim mikro di sekitar kawasan hutan.
“Upaya ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan air, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun pertanian masyarakat di wilayah Sekincau,” imbuh San Andre.
Ia menegaskan, program kolaboratif ini menjadi contoh bahwa konservasi kawasan taman nasional dapat berjalan seiring dengan kebutuhan masyarakat, selama dilakukan secara terukur dan berkelanjutan.
“Ini adalah karya nyata konservasi berbasis kemitraan. Ketika masyarakat dilibatkan, maka rasa memiliki terhadap hutan tumbuh, dan kelestarian kawasan bisa lebih terjamin,” tegasnya..
Melalui sinergi antara pengelola kawasan dan masyarakat desa penyangga, Sekincau kini menjadi salah satu model penguatan fungsi hidrologis berbasis partisipasi masyarakat di dalam kawasan penyangga TNBBS. (*)
Tanam Pohon
TNBBS
Kolaborasi Hijau
TNBBS
Masyarakat Peduli Hutan
Lampung Barat
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
