Pemain Timnas dari Lampung Minim, Kombes Sumardji: Pemda Harus Beri Dukungan
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Manajer Timnas sekaligus COO Bhayangkara FC, Kombes Sumardji, menyoroti minimnya pemain Timnas Indonesia yang berasal dari Lampung.
Ia menyebut, Timnas Indonesia terbagi dalam berbagai kelompok umur, mulai dari U-17, U-19, hingga timnas senior. Namun, sumbangsih pemain asal Lampung masih sangat minim.
Hadirnya Bhayangkara FC di Lampung diharapkan bisa menjadi motor penggerak pembangunan sepakbola daerah dan ke depan mampu melahirkan pemain yang berkontribusi untuk Timnas.
“Tujuannya agar bisa lahir anak-anak yang punya talenta, khususnya dari Provinsi Lampung, untuk memperkuat Timnas Indonesia. Baik dari usia 17, 19, 20, 22, 23, hingga senior,” kata Sumardji saat menghadiri launching kerja sama Bhayangkara FC dan JungleSea di Hotel Grand Mercure, Kamis (11/9/2025).
“Saat ini sangat minim sekali pemain dari Lampung di Timnas. Tentu ini karena masih tahun pertama Bhayangkara FC di Lampung, jadi bagaimana agar ke depan bisa lebih baik,” tambahnya.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI itu juga mengingatkan, kemajuan sepakbola tidak bisa hanya dibebankan kepada klub. Pemerintah daerah, baik kabupaten/kota maupun provinsi, harus ikut berperan aktif.
“Ini tugas kita semua, bukan hanya Bhayangkara FC. Tapi menitikberatkan peran pemerintah daerah kabupaten, kota dan provinsi, pemda harus memberikan dukungan dan perhatian serius,” ujarnya.
“Tanpa dukungan pemerintah daerah, akan sangat sulit melahirkan anak-anak Lampung yang bisa dipakai di Timnas,” tegasnya.
Sumardji menjelaskan, Bhayangkara FC memiliki pembinaan kelompok umur, yakni U-16, U-18, dan U-20. Tim-tim ini menjadi wadah bagi pemain muda Lampung untuk meniti karier ke level profesional di klub senior, sebelum berpeluang memperkuat Timnas.
“Pemain usia 16, 18, dan 20 akan kita coba. Itu sangat dibutuhkan agar Bhayangkara FC bisa memakai pemain asli Lampung,” katanya.
Kombes Sumardji
Bhayangkara FC
pemain timnas
pemain asal Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
