Banyak Kekacauan di Laga Kandang Perdana, Manajemen Bhayangkara FC Minta Maaf
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Laga kandang perdana Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Sumpah Pemuda melawan PSM Makassar meninggalkan banyak catatan, terutama terkait persoalan tiket.
Sejumlah penonton mengeluhkan ketidaksesuaian tempat duduk dengan harga tiket yang dibeli. Misalnya, tiket seharga Rp100 ribu justru mendapatkan kursi dengan kelas Rp50 ribu.
Selain itu, proses penukaran tiket online menjadi gelang tangan atau tiket kertas juga dinilai terlalu lama, sehingga menimbulkan antrean panjang.
Menanggapi hal tersebut, manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui akun Instagram resmi klub.
“Kami memohon maaf atas problem pendistribusian tiket pada pertandingan kandang perdana Bhayangkara Presisi Lampung FC menjamu PSM Makassar di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, 16 Agustus 2025,” tulis pihak manajemen.
Manajemen mengakui adanya kesalahan dalam proses penukaran tiket terhadap sejumlah penonton dan berjanji segera melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang di laga-laga berikutnya.
“Dengan segala kerendahan hati, kami ucapkan terima kasih atas kritik dan masukan yang telah disampaikan kepada kami,” lanjut keterangan tersebut.
Adapun laga perdana The Guardians itu sendiri berakhir imbang 1-1. Hasil tersebut membuat kedua tim sama-sama mengoleksi satu poin.
Namun, hasil imbang di kandang tetap mendapat sorotan tajam dari para pendukung Bhayangkara Presisi Lampung FC. Mereka menuntut tim untuk tampil lebih maksimal, apalagi membawa nama besar Lampung.
“Jangan mengira hasil imbang di kandang itu sudah baik. Ingat, kalian sekarang membawa nama besar Lampung,” teriak salah satu suporter usai laga berakhir. (*)
Bhayangkara FC
Stadion Sumpah Pemuda
PKOR Way Halim
pemain Bhayangkara FC
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
