Pengelolaan Banjir Bandar Lampung dengan Gerakan Zero Runoff Skala Rumah Tangga

Tampan Fernando

Tampan Fernando

Bandar Lampung

9 Maret 2026 08:34 WIB
Perspektif | Rilis ID
Dr. Ir. Lilik Ariyanto, S.T., M.T., I.P.M., ASEAN Eng. – Dosen Prodi S1 Teknik Sipil – Universitas Teknokrat Indonesia
Rilis ID
Dr. Ir. Lilik Ariyanto, S.T., M.T., I.P.M., ASEAN Eng. – Dosen Prodi S1 Teknik Sipil – Universitas Teknokrat Indonesia

Itu meliputi Kecamatan Sukarame di 10 titik, Way Halim (9 titik), Sukabumi (4 titik), Sukabumi (4 titik), dan Rajabasa (3 titik). Kemudian Kecamatan Tanjung Senang (5 titik), Tanjungkarang Timur (1 titik), Tanjungkarang Barat (1 titik), Tanjungkarang Pusat (2 titik), Enggal (2 titik), Labuhan Ratu (3 titik), Kedamaian (1 titik), Langkapura (1 titik), dan Kemiling (1 titik).

Dengan peristiwa banjir yang berulang dari tahun ke tahun, maka diperlukan upaya-upaya nyata dari Pemangku Kepentingan dengan koordinasi dan kolaborasi bersama untuk Menyusun rencana tindak darurat untuk jangka pendek hingga jangka panjang sebagai bentuk tanggungjawab bersama untuk mengelola potensi banjir di Kota Bandar Lampung.

Salah satu upaya pengendalian banjir jangka panjang dapat dilakukan dengan memperbaiki daerah tangkapan air serta mengurangi besaran aliran permukaan sehingga kapasitas tampung sungai tidak terbebani oleh aliran debit banjir secara berlebihan.

Konsep mengurangi aliran permukaan secara teknis dikenal dengan sistem Zero Runoff dimana air hujan yang turun sedapat mungkin dapat ditangkap, disimpan dan diresapkan pada cekungan-cekungan atau wadah air secara alami maupun buatan dengan sistem infiltrasi atau daya serap yang baik.

Dalam jangka panjang sistem Zero Runoff selain dapat mengurangi beban sungai dalam mengalirkan debit banjir saat musim penghujan, dapat juga sebagai upaya recharge air tanah yang merupakan bagian dari upaya konservasi untuk menjaga kelangsungan dan keberlanjutan potensi ketersediaan air tanah.

Sistem Zero Runoff dapat dilakukan mulai dari infrastruktur yang paling sederhana sampai dengan infrastruktur teknis yang besar dan kompleks. Infrastruktur yang paling sederhana untuk skala rumah tangga dan instansi yang dapat dilakukan adalah dengan membangun instalasi Pemanenan Air Hujan Terintegrasi dengan Kolam Retensi, dimana instalasi yang dibangun bekerja dengan sistem menangkap, menyimpan, memanfaatkan dan mengalirkan air hujan ke dalam kolam retensi sesuai dengan kapasitas tampung yang dimilikinya. 

Sistem ini akan menangkap sejumlah besar volume air hujan dan ditampung, apabila intensitas hujan tinggi dalam durasi yang panjang dan tempat penampungan penuh, maka kelebihan tampungan akan dialirkan dan disimpan pada kolam-kolam retensi dengan kapasitas yang menyesuaikan dengan ketersediaan lahan. Ketika kolam-kolam retensi tersebut penuh, maka sisa volume air yang ada akan dialirkan ke dalam sumur-sumur resapan yang secara perlahan akan meresapkan air ke dalam tanah sebagai bagian dari upaya konservasi air tanah.

Setelah hujan reda, maka air hujan yang berada di tempat tampungan dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan sehari-hari seperti menyiram tanaman, mencuci kendaraan, membersihkan rumah dan teras (pel lantai) dan keperluan lainnya sehingga dapat mengurangi volume pemakaian air bersih (PDAM atau Sumur Bor).

Sedangkan air yang tertampung di kolam-kolam retensi dapat dimanfaatkan untuk budidaya ikan air tawar dan tanaman sayur di sekeliling kolam sehingga dapat memenuhi kebutuhan protein keluarga serta mengurangi pengeluaran biaya untuk kebutuhan sehari-hari.

Keberadaan Pemanenan Air Hujan Terintegrasi Kolam Retensi sebagai sistem Zero Runoff di Kota Bandar Lampung secara signifikan dapat membantu upaya pencegahan banjir dengan asumsi jumlah rumah di Kota Bandar Lampung sekitar 200 ribu unit dan setiap rumah dapat memanen air hujan dengan kapasitas tampungan sederhana sebesar 0.5 m3 dan disimpan di kolam retensi dengan kapasitas 2 m3 maka setiap hujan turun, akan mampu mengurangi aliran permukaan sebesar 400 ribu m3 air sehingga beban kapasitas tampung sungai dapat ditekan untuk mengurangi dampak banjir akibat air sungai yang meluap.

Menampilkan halaman 2 dari 3

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

Banjir Lampung

solusi banjir

Universitas Teknokrat

Dr Lilik Ariyanto

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya