Kenapa Banyak Emak-Emak Terlibat Perasaan di Medsos? Ini Penjelasannya

Yuda Haryono

Yuda Haryono

Pringsewu

31 Januari 2026 10:46 WIB
Perspektif | Rilis ID
Yuda Haryono jurnalis Rilis.id
Rilis ID
Yuda Haryono jurnalis Rilis.id

RILISID, Pringsewu — Media sosial akhir akhir ini bukan sekadar tempat berbagi foto liburan keluarga atau mengunggah aktivitas harian.

Bagi sebagian besar emak-emak, media sosial telah berubah menjadi ruang pengungsi emosional tempat mencari teman bicara, tempat merasa didengarkan, bahkan tempat tumbuhnya perasaan yang tak pernah direncanakan seperti atuh cinta pada laki-laki yang bahkan belum pernah ditemui secara langsung.

Fenomena emak-emak yang melibatkan perasaan dengan laki-laki di media sosial sering kali dipandang sinis.

Mereka dicap genit, kurang kerjaan, atau haus perhatian.

Padahal, jika ditelisik lebih dalam, perilaku ini tidak muncul secara tiba-tiba.

Ada proses psikologis panjang yang sering menarik perhatian publik.

Medsos dan Emak-Emak: Kombinasi yang Rentan

Sebagian besar emak-emak aktif di media sosial dalam kondisi psikologis tertentu: lelah secara emosional, jenuh dengan rutinitas, dan meminimalkan ruang aktualisasi diri.

Hidup mereka sering berputar di lingkaran yang sama, rumah, anak, suami, dan kewajiban keluarga tanpa jeda untuk bertanya pada diri sendiri,

“Aku sebenarnya masih bahagia kan?”

Menampilkan halaman 1 dari 5
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Agus Pamintaher
Tag :

Pringsewu

fenomena medsos

emak emak

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya