HMI untuk Republik
lampung@rilis.id
--
RILISID, -- — HUT ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam bukan sekadar ulang tahun organisasi. Ini momen untuk bertanya dengan jujur: apa yang sudah kita lakukan untuk Indonesia, dan apa yang harus kita kerjakan mulai sekarang?
HMI lahir saat republik masih sangat muda. Hari ini republik sudah besar, tetapi tantangannya juga makin berat.
Ancaman tidak selalu datang dalam bentuk konflik fisik. Ancaman sekarang sering datang lewat hoaks, polarisasi, kebocoran data, dan perang narasi di ruang digital. Dunia pun sedang tidak tenang: geopolitik memanas, ekonomi saling menekan, dan teknologi bergerak cepat.
Karena itu, tema “HMI untuk Republik” harus jadi sikap, bukan hanya slogan.
1) HMI dan Amanat Sejarah
Sejak berdiri, HMI membawa pesan sederhana: menjaga republik dan membentuk manusia yang berilmu serta berakhlak. Sejarah resmi HMI menegaskan semangat itu.
Negara juga mengakui peran pendirinya, Lafran Pane, sebagai Pahlawan Nasional.
Artinya jelas: HMI tidak dilahirkan untuk ramai-ramai, tetapi untuk menjadi bagian dari kekuatan bangsa.
2) Republik Hari Ini Butuh Pemuda yang Waras
Masalah besar kita sekarang bukan sekadar kekurangan program. Masalah besar kita adalah kepercayaan.
HMI untuk Republik
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
