Ujian Kesabaran dan Keikhlasan

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

29 Oktober 2020 22:30 WIB
Perspektif | Rilis ID
Rosim Nyerupa, S.IP., tokoh muda Lampung Tengah. ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Kalbi Rikardo
Rilis ID
Rosim Nyerupa, S.IP., tokoh muda Lampung Tengah. ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Kalbi Rikardo

Sampai di sini puncak keikhlasan dan ketulusan kita sebagai manusia yang senantiasa mengharapkan ridho Allah diuji. Kemuliaan seseorang salah satu dapat dilihat dari keikhlasan dan ketulusannya. Ingat, kalau kita masih punya pikiran tersebut dan mengingat-ingat kebaikan yang pernah kita perbuat, maka akan gugur kebaikan kita, tidak akan dicatat sebagai amal ibadah.

Bahkan hukuman Allah sangat pedih bagi manusia yang berharap terhadap manusia. Ingat, jika kita sedikitpun berharap kepada manusia, maka kekecewaan itulah yang akan kamu dapat. Berbuat baik itu ibaratkan air yang mengalir di sungai, labas begitu saja dari hulu hingga hilir. Mana mungkin air balik kanan mengalir dari hilir hingga hulu. Itulah perumpamaan. Jangan pernah mengharapkan apapun terhadap perbuatan baik kita.

Dalam Alquran sangat jelas Allah berfirman: Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal jika kamu benar-benar orang yang beriman, QS. Al-Maidah Ayat 23.

Dalam QS Al Insyrah Ayat 8: Dan hanya kepada tuhan-mulah hendaknya kamu berharap.

Makanya kalau mau berbuat baik, berharaplah hanya kepada Allah, Rabb yang maha kuasa, maha kaya, maha membolak-balikkan hati manusia. Dia yang maha memberikan dan maha mencabut kenikmatan yang kita dapat.

Berbuat baik dalam bentuk apapun terhadap siapapun akan Allah balas dengan kebaikan sebagaimana yang kita perbuat, Bahkan akan Allah lipat gandakan jika kita pandai bersyukur atas kenikmatan yang telah Allah berikan.

Saya teringat nasihat Pun Beliau Pangeran Edward Syah Pernong, Sultan Sekala Brak Yang di-Pertuan Ke 23 dalam suatu obrolan santai di sebuah hotel berbintang di Bandarlampung.

Beliau mengatakan kepada saya bahwa apapun yang telah kita perbuat terhadap seseorang (berbuat baik), maka langsung lupakan atas apa yang kita buat, jangan diingat-ingat lagi apalagi dibahas. Agar kita mendapatkan amal ibadah dan ridhonya Allah. Karena sesungguhnya dalam berbuat kebaikan itu, kita hanya mengharapkan ridhonya Allah. Dan untuk berbuat kebaikan, tidak harus menunggu kita punya atau menunggu kita kaya.

Bahkan jika kita belum punya dan belum kaya, kemudian kita bisa berbuat baik itu justru luar biasa. Sedekah, misalkan. Kemudian berbuat baik tidak harus berupa materi. Berbuat baik membantu orang lain dengan pikiran, tenaga dan bahkan doa. Maka ada istilah yang sering kita dengar, jika tidak bisa membantu dengan materi, bantulah dengan pikiran (ide dan gagasan).

Jika tidak bisa membantu dengan materi dan pikiran, bantu dengan tenaga. Tidak bisa juga dengan tenaga, bantu dengan doa. Sampai di sinilah puncak keimanan seseorang dapat dilihat.

Menampilkan halaman 2 dari 4

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Segan Simanjuntak
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya