Selamatkan GOR Saburai
lampung@rilis.id
Bandarlampung
Di sana akan (telah) dibangun taman, lapangan olahraga multifungsi untuk basket dan futsal, lapangan skateboard, musala, dan taman manula.
Tahap berikutnya dibangun Kids Park, yakni ruang terbuka dan taman bermain bagi anak-anak yang menyatu dengan alam.
Juga akan ada daycare dan PAUD sebagai tempat tumbuh kembang anak-anak yang dilengkapi dengan fasilitas bermain dan ruang edukasi yang nantinya dapat menjadi percontohan.
Tahap terakhir akan ada air mancur dan mini teater sebagai arena aktualisasi pertunjukan kesenian dan arena pertunjukan air.
Jika dikelola dengan baik, Lampung Elephant Park ini nantinya dapat menjadi landmark atau ikon baru bagi Kota Bandarlampung, sekaligus sebagai ruang interaksi masyarakat untuk menyatu dengan alam.
Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan sosial. Tanpa interaksi tidak mungkin ada kehidupan bersama.
Demikian halnya dengan GOR Saburai yang sejak bertahun-tahun lamanya menjadi ruang publik, meski belum ada pihak yang melegalkannya.
Berbagai even atau kegiatan apa pun judulnya dipastikan banyak pengunjung. Di hari-hari biasa, tempat ini menjadi ajang para remaja untuk sekadar nongkrong sambil menikmati tontonan atau atraksi kecil.
Setiap Minggu pagi, entah siapa yang mengawali, ratusan masyarakat tua muda dan anak-anak berkumpul untuk berolahraga senam pagi.
Kita semua sangat paham bahwa di wilayah Kota Bandarlampung hampir tidak ada lagi ruang publik. Salah satu kesulitan yang dihadapi Pemerintah Kota Bandarlampung saat ini adalah mewujudkan RTH dalam luasan yang cukup dan memadai.
GOR Saburai
Lampung Elephant Park
Taman Gajah
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
