Petuah sang Dirut

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

12 Februari 2022 16:23 WIB
Perspektif | Rilis ID
Oleh: Wirahadikusumah
Rilis ID
Oleh: Wirahadikusumah

Pertama, karyanya bisa dinikmati banyak masyarakat.

Kedua, regenerasi para pembuat konten akan berkesinambungan. Karena, anak-anak millenial akan tertarik menjadi penggiat konten kreator. Jika hanya jurnalis, anak millenial minim ketertarikannya.

Ketiga, para jurnalis juga bisa mewarnai karya konten kreator lebih bernilai. Bukan hanya sekadar pemburu konten!

Keempat, kesejahteraan juga akan mengikuti para jurnalis. Seperti yang sekarang dinikmati pengonten kreator.

Kelima adalah yang paling penting. Menurutnya, transformasi media akan terjadi. Tidak tergerus zaman. Sebab, jurnalis terlibat langsung dalam proses perubahan ke arah multi-platform media. Tidak hanya jadi penonton!

Karena itulah, ia menyarankan dunia pers menerima kehadiran konten kreator. Tidak memusuhinya hanya karena dikotomi kata-kata. Walau intinya sama: memproduksi berita.

Pada diskusi itu juga, Pak Yanto sempat membeberkan tentang pengalamannya. Saat perusahaannya membuka lowongan pekerjaan. Untuk posisi wartawan.

Saat itu, menurutnya tidak ada yang melamar. Namun, ketika istilahnya diganti menjadi konten kreator, yang mendaftar sangat banyak.

Karenanya, menurut Pak Yanto, nantinya di kantor redaksi, baik nyata atau virtual, akan bergabung banyak unsur. Ada wartawan, penggiat medsos, dan pemain program matic.

Terlebih, trafic matic saat ini sudah begitu menggusur sirkulasi media mainstream.

Menampilkan halaman 4 dari 5

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

Petuah sang Dirut

Wirahadikusumah

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya