Petuah sang Dirut
lampung@rilis.id
Bandarlampung
Lantas, petuah apa yang disampaikan Pak Yanto?
Ia mengatakan, saat ini wartawan harus siap mental. Terlebih jurnalis tulis. Yang katanya menempati kasta tertinggi.
Siap mental yang dimaksudnya adalah terkait kehadiran konten kreator. Di era saat ini. Menurutnya, kehadiran mereka harus diterima dengan lapang dada.
Ia menilai, meski secara terminologi konten kreator bukan wartawan, tapi produknya bisa menggusur "keangkeran" wartawan.
Tengok saja YouTubers, selebgram, dan juga para penggiat program matic. Sekarang, karyanya lebih banyak dinikmati masyarakat.
Bahkan, bukan hanya karyanya, bisa jadi, jumlah konten kreator saat ini sudah mengalahkan jurnalis.
Belum lagi soal pendapatan. Atau bahasa halusnya kesejahteraan. Pendapatan mereka mungkin sudah bisa menyandingkan diri dengan legislator.
Karena itu, Pak Yanto menyarankan, kehadiran konten kreator sebaiknya diterima dengan lapang dada.
Bahkan, menurutnya, jurnalis harus segera meleburkan diri ke konten kreator itu. Yang nanti, ketika ada yang menyebut konten kreator, maka meliputi: jurnalis, YouTubers, selebgram, dan pengonten program matic.
Pak Yanto memandang, ada nilai positif jika jurnalis melebur dalam konten kreator.
Petuah sang Dirut
Wirahadikusumah
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
