Pesan Natal dari Wuhan
Juan Situmeang
Mesuji
Demikian juga orang membeli apa saja. Ke pusat-pusat perbelanjaan. Ke mal-mal yang hanya menjual barang-barang branded. Pokoknya belanja.
Tapi coba lihat di sudut seberang jalan di luar sana. Di kolong jembatan. Banyak orang yang kehilangan. Pekerjaan, keluarga, bahkan harapan. Pandemi ini memukul mereka.
Lalu di mana makna Natal yang harusnya mereka dapatkan saat ini? Bukankah ada 2,5 dari 7,7 miliar penduduk bumi beragama Kristen?
Di Indonesia, tercatat 28,82 juta orang dari 272 juta penduduk penganut agama Nasrani (Kristen dan Katolik) --Sumber: dukcapil.kemendagri.go.id.
Jika jumlah itu melakukan apa yang Tuhan Yesus lakukan, betapa dampaknya bagi dunia.
Demikian jika 28 juta orang Kristen di Indonesia berdoa bagi ibu pertiwi ini. Bergerak membantu memberi satu helai baju dari dua yang dimilikinya. Pasti negeri ini sudah pulih dan bangkit lagi.
Jangan sampai hanya menegaskan apa yang pernah dikatakan Mahatma Gandhi, pejuang kemerdekaan dan perdamaian India.
Dalam satu wawancara, E Stanley Jones bertanya, “Anda sering mengutip kata-kata Kristus, tapi kenapa Anda menolak keras menjadi pengikutnya?"
Jawab Mahatma Gandhi, “Saya tidak pernah menolak Kristus. Saya suka Kristus Anda. Tapi saya tidak suka orang Kristen Anda. Jika orang Kristen benar-benar hidup menurut ajaran Kristus seperti yang ditemukan di Alkitab, seluruh India sudah menjadi Kristen hari ini".
Pernyataan itu biarlah menjadi introspeksi diri di tengah perayaan Natal kali ini.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
