Pemuda, Politik, dan Pilkada
lampung@rilis.id
Hal itu memantik pergerakan politik idealisme pemuda hingga lahirlah era Reformasi yang kita nikmati hingga saat ini di tahun 1998.
Inilah sejarah panjang peran pemuda dalam mengawal serta mengisi kemerdekaan di Republik Indonesia.
Sejarah selalu mencatat, di setiap belahan bumi manapun pemuda merupakan aset bangsa.
Pemuda adalah pelopor perubahan bangsa (agent of change), pemuda adalah penampuk estafet kepemimpinan di masa yang akan datang (iron stock). Di tangan pemuda lah masa depan bangsa ditentukan.
Pemuda dan Politik
Politik menurut Prof. Meriam Budhiarjo adalah, “Macam-macam kegiatan yang menyangkut penentuan tujuan-tujuan dan pelaksanaan tujuan itu”.
Secara sederhana dapat diartikan sebagai cara merebut kekuasaan dan pendistribusian peran. Sehingga politik merupakan instrumen paling efektif dalam membuat sebuah perubahan dan kemajuan bangsa dan negara.
Pengetahuan politik yang sempit, pasif, dan keliru bermula dari era orde baru yang selama 32 tahun mengajari. Pendidikan dan pengetahuan politik hanya terbatas pada suprastruktur dan infrastruktur politik.
Suprastruktur politik adalah lembaga formal negara seperti Presiden, DPR, DPD, dan kelembagaan lainnya.
Sedangkan infrastruktur politik adalah supporting sistem pemerintahan namun keberadaannya di luar pemerintah, seperti Parpol, Ormas, LSM, Pers dan lainnya. Sehingga pemahaman politik bernegara hanya terbatas pada pengisian jabatan formal pemerintahan.
Kini politik menjadi kegiatan yang tak terpisahkan dari masyarakatnya, dan hanya partai politik yang memiliki “legitimasi” untuk memonopolinya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
