Pemuda, Politik, dan Pilkada
lampung@rilis.id
RILISID, — “Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan ku cabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 Pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”.
Kutipan pidato Bung Karno ini merupakan harapan besar sekaligus tantangan generasi muda. Kelompok yang menentukan masa depan tapi membutuhkan ruang dan kesempatan.
Bicara tentang sejarah bangsa tak terpisahkan dari sejarah kelompok muda.
Sedikit merefleksikan histori di mana peran pemuda mulai dari dicetuskannya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 jauh sebelum nomenklatur Indonesia muncul.
Kemudian disusul dengan gerakan pemuda mendesak golongan tua untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia di tahun 1945.
Ada lagi perjuangan fisik pemuda Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan saat agresi militer Belanda I dan II.
Selanjutnya revolusi gerakan pemuda di tahun 1966 dalam memperjuangkan perubahan nasib bangsa dan lahirlah era Orde Baru di bawah Kepemimpinan Soeharto.
Tidak sampai di situ, terkonsolidasikannya pemuda dalam wadah KNPI di tahun 1973 sebagai embrio pemersatu organisasi kepemudaan.
Disusul peristiwa Malari 1974 yang merupakan puncak gerakan pemuda menolak kebijakan rezim Orde Baru.
Sampai pada akhirnya Republik Indonesia di puncak krisis moneter yang berdampak domino terhadap krisis multi dimensi dan multi sektoral.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
