Katakan dengan Bunga
Juan Situmeang
Mesuji
Semoga dengan adanya peristiwa ini menjadi point to return bagi semua pihak untuk kembali kepada kesadaran bahwa jangan lagi merampok negeri ini dengan cara dan gaya yang hanya Tuhan dan iblis saja yang tahu.
Jangan sampai ungkapan kawan, “Ayo kita sama-sama memperkosa ibu pertiwi ini,” terjadi di negeri yang kita cintai ini. Semoga.
Hanya, yang patut disayangkan adalah bunga akhirnya menjadi korban dalam persoalan ini.
Betapa tidak, dari berbagai berita media online hampir semua menyebutkan gegara karangan bunga.
Padahal, bunga adalah representasi keindahan. Di berbagai belahan dunia, bunga menjadi hal yang penting.
Di Belanda kesetiaan dilambangkan dengan bunga tulip. Di Jepang, sakura mengekspresikan ikatan kemanusiaan, keberanian, kesedihan sekaligus kegembiraan.
Di Indonesia, bunga melati dianggap sebagai gambaran ketulusan dan kesucian. Di rumah tangga, bunga juga sangat berarti apalagi bunga deposito.
Terakhir, bunga sebenarnya bahasa yang indah. Karena seperti kata Henry Ward Beecher, “Flowers are the sweetest things God ever made and forgot to put a soul into”.
Terjemahan bebasnya, bunga adalah hal termanis yang Tuhan pernah buat dan lupa memasukkan jiwa ke dalamnya.
Jadi, katakanlah dengan bunga. Karena bunga dapat mengungkapkan perasaan yang tidak ada dalam perbendaharaan kata. Tabik pun. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
