Kampanye Pilkada
lampung@rilis.id
RILISID, — Pilkada serentak sepertinya tetap bakal digelar tahun ini. Pada 270 daerah. Di Indonesia.
Meski beberapa orang sebelumnya sudah menyatakan penyesalannya. Atas waktu pelaksanaan pesta demokrasi itu. Yang dinilai tidak tepat. Menggelar pilkada dalam suasana pandemi ini.
Namun, pemerintah tetap dengan keputusannya: pilkada serentak tetap digelar tahun ini. Yang waktu pemungutan suaranya dilaksanakan 9 Desember 2020 itu.
Karenanya, setuju atau tidak setuju, itulah keputusannya. Kita harus menerimanya. Termasuk bakal calon. Pun saya. Yang juga tak setuju: ”berpesta” di tengah pandemi.
Karena terpaksa menerima keputusan itulah, saya akhirnya menghubungi Dedy Triyadi. Tadi malam (6/6/2020). Melalui telepon selularnya.
Bang Dedy –sapaan akrab saya kepada Dedy Triyadi- adalah Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bandarlampung.
Bagi saya, ia adalah ”senior kuadrat”. Sebab, sebelum menjabat penyelengara pemilu, profesinya adalah jurnalis senior. Selain itu, Dedy juga senior saya di Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI).
Obrolan kami melalui telepon itu cukup lama. Durasinya hampir setengah jam. Tepatnya 27 menit 4 detik -demikian yang tertera di-history panggilan handphone saya-.
Banyak yang kami perbincangkan tadi malam itu. Tentu obrolan didominasi seputar pelaksanaan pilkada serentak.
Mulai dari kesimpulan rapat dengar pendapat. Antara komisi II DPR RI dengan Mendagri, KPU, Bawaslu, dan DKPP. Yang berlangsung 27 Mei 2020. Yang memutuskan tahapan lanjutan pilkada serentak dimulai 15 Juni 2020.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
