Kambing Saburai, Produk Iptek Kebanggaan Lampung

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

16 Agustus 2020 20:50 WIB
Perspektif | Rilis ID
Oleh: Dr. Ir. Erwanto, M.S. (Dosen FP Unila & Anggota DRD Lampung)
Rilis ID
Oleh: Dr. Ir. Erwanto, M.S. (Dosen FP Unila & Anggota DRD Lampung)

Permasalahan pokok peternak saat ini adalah rendahnya efisiensi proses reproduksi kambing Saburai. Penyediaan bibit kambing jantan dan betina unggul sangat menunjang peningkatan kinerja reproduksi, sehingga tujuan percepatan peningkatan populasi dan peningkatan produktivitas dapat dicapai dalam waktu cepat. Bibit kambing Boer dan Saburai jantan dan betina unggul dapat diperoleh melalui proses seleksi yang ketat atau melalui impor ternak unggul. Inseminasi buatan (IB) dengan menggunakan semen dari pejantan unggul sudah seharusnya menjadi pilihan utama untuk membuahi ternak betina yang birahi.

Untuk mampu berproduksi sesuai dengan potensi genetiknya, kambing Saburai memerlukan pasokan pakan dalam jumlah yang cukup dan berkualitas baik, termasuk kecukupan energi dan protein. Permasalahan yang dihadapi peternak adalah kesulitan menyediakan pakan yang memiliki energi dan protein tinggi. Pakan konvensional sumber energi dan protein cenderung mahal, sehingga biaya produksi tidak efisien. Diperlukan strategi pengadaan bahan pakan sumber energi dan protein berbahan baku lokal, misalnya dari tanaman leguminosa dan limbah agroindustri.

Tanaman leguminosa dikenal memiliki kadar protein tinggi, lebih dari 20%. Mungkin diperlukan inisiatif untuk mencanangkan “Gerakan Penanaman Leguminosa Pohon”, sehingga Sai Bumi Ruwa Jurai menghijau oleh tanaman pakan ternak mewah ini, yang juga sebagai tanaman penyubur tanah (Gambar 2). 

(Keterangan: Gambar 2)

Pakan yang berasal dari biomassa sisa panen dan limbah agroindustri memang perlu diolah agar kualitasnya meningkat. Teknologi pengolahan pakan umumnya sudah dikuasai peternak, tetapi pendampingan masih diperlukan.  Semoga kambing Saburai masuk agenda Program Petani Berjaya.  Tabik Pun!(*)

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya