Kambing Saburai, Produk Iptek Kebanggaan Lampung
lampung@rilis.id
RILISID, — Subsektor peternakan berkontribusi signifikan terhadap pembangunan ekonomi di Lampung. Posisi geografis dan dukungan sumber daya memungkinkan Lampung berkembang menjadi daerah padat ternak. Populasi ternak kambing di Lampung cukup tinggi, yaitu 1.453.529 ekor (Statistik Peternakan dan Keswan, 2019).
Dengan populasi tersebut Lampung menduduki Peringkat Ketiga nasional di bawah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pemerintah sebaiknya memberi perhatian khusus pada komoditas ini, karena ternak kambing sangat cocok untuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan permintaan pasar terus berkembang.
Selama lebih dari dua dasawarsa Pemprov Lampung bersama masyarakat dan didukung akademisi mengembangkan kambing unggul yaitu kambing Boerawa, yang kemudian diubah namanya menjadi kambing Saburai.
Kambing Saburai merupakan hasil persilangan (crossbreeding) antara kambing jantan unggul Boer (jenis pedaging) dengan kambing betina Peranakan Etawa (kambing perah). Program tersebut dinilai sangat sukses karena kambing Saburai (Grade 2) yang dihasilkan berproduksi daging tinggi dan dapat beradaptasi dengan baik di Lampung (Gambar 1).
(Keterangan: Gambar 1)
Proses pengembangan kambing Saburai dapat menjadi contoh praktik baik pembangunan peternakan berbasis partisipasi masyarakat. Atas pencapaian tersebut pada 10 Juni 2015 Kementerian Pertanian memberi apresiasi, dengan menetapkan kambing Saburai sebagai sumber daya genetik lokal.
Penetapan produk Iptek kebanggaan Lampung sebagai sumber daya genetik lokal seharusnya ditindaklanjuti dengan program-program yang lebih serius, terutama untuk meningkatkan mutu genetik, populasi, produktivitas, dan penyebarannya.
Program pengembangan agribisnis kambing Saburai harus mencakup aspek SDM dan kelembagaan, perbibitan, teknologi reproduksi, teknologi pakan, teknik budidaya, pengendalian kesehatan ternak, pembiayaan, tataniaga, dan regulasi.
Pengembangan usaha perbibitan kambing Saburai sebaiknya diarahkan pada kawasan wilayah tertentu untuk mengefektifkan program pemuliaan ternak dan pembinaan. Kawasan tersebut tentu terintegrasi dengan pengembangan komoditas pertanian yang saling menenggang. Saat ini wilayah pengembangan kambing Saburai masih terbatas pada beberapa kabupaten yaitu: Tanggamus, Pringsewu, dan Pesawaran.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
