Di Balik Bencana Masih Ada Asa

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

31 Desember 2018 06:01 WIB
Perspektif | Rilis ID
Gunawan Handoko, Pemerhati Masalah Sosial dan Permukiman, tinggal di Bandarlampung
Rilis ID
Gunawan Handoko, Pemerhati Masalah Sosial dan Permukiman, tinggal di Bandarlampung

Semua pihak perlu berpikir ulang, masih pantaskah menggelar pesta pora yang penuh hingar bingar, menggelar panggung-panggung hiburan dan pesta kembang api untuk menambah gegap gempitanya malam tahun baru? Bukankah peristiwa pergantian tahun merupakan fenomena sesaat yang hanya memberikan kenikmatan dalam hitungan menit?

Secara tidak sadar, kita telah menghamburkan sekian banyak uang yang sesungguhnya uang tersebut sangat dibutuhkan oleh saudara-saudara kita yang kini sedang dirundung duka.

Kita perlu menyadari bahwa sesungguhnya bukan tahun barunya yang penting, tetapi bagaimana setiap manusia mulai menata ulang sikap mentalnya untuk memasuki tahun baru.

Tahun baru berarti memiliki cara pandang yang baru dan suci dalam upaya dan usaha memperoleh sesuatu yang baru. Tahun baru juga berarti mengasah kompetensi diri dengan metode yang baru untuk meraih jenjang karier yang baru. Hari ini perlu pengakuan secara jujur bahwa kita telah banyak melakukan kesalahan di dalam mengelola alam ini.

Terkait dengan bencana, rasanya kita tidak perlu lagi memperdebatkan tentang tinjauan teologi, apakah bencana tersebut sebuah ujian, cobaan, peringatan, azab, atau apapun namanya. Tinjauan tentang teologi tersebut berpulang kepada diri pribadi atau individu masing-masing.

Kita juga tidak perlu saling menyalahkan, karena sesungguhnya masing-masing dari kita memiliki andil dalam berbuat kesalahan dalam mengelola alam.

Sebelum alam dan lingkungan ini benar-benar mengalami kehancuran, mari kita renungkan kembali pesan arif dari para pemerhati lingkungan sejak ratusan tahun lalu.

“Manakala sawah dan rawa tidak lagi berfungsi sebagai pengendali air, gunung dan bukit tidak lagi ditumbuhi pepohonan dan berubah dengan rumah-rumah beton dan kaca, maka sesungguhnya kita sedang menuju pada kehancuran lingkungan.”

Selamat Tahun Baru 2019. (*)

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya