Sayonara Kemah Sastra 2026, Jumpa Lagi di Antologi Cerpen dan Puisi
Gueade
Bandar Lampung
Testimoni disampaikan oleh Yuvanka Prasista siswa kelas 8 SMP Xaverius 2 Bandar Lampung, Cykal Qv Ichiya Putri kelas 12 SMAN 7 Bandar Lampung, dan Alisza Nasabila Azahra (SMA Al Huda, Jati Agung Lampung Selatan.
Lalu, Khendra Putra Alkautsar (kelas 8 SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro), Masyitha Alya Nurdiyono (Universitas Teknokrat Indonesia), Dian Alia Ananta (SMA Al Ma’rif 05 Padang Ratu, Lampung Tengah), dan lainnya.
Mayoritas peserta berharap kegiatan semacam Kemah Sastra dilaksanakan rutin.
“Kalau ini difasilitasi Kementerian Kebudayaan RI, kenapa tidak nanti didanai Pemerintah Provinsi Lampung,” kata Fitri Angraini, sehari-hari akademisi dan pegiat literasi itu.
Hal itu diperkuat Isbedy Stiawan ZS, sastrawan Indonesia, untuk menjaga dan membangun ekosistem sastra di daerah maka wajib adanya peran pemprov stau pemkab/pemkot.
“Jangan prioritas pembangunannya cuma fisik, yang spiritual seakan diabaikan,” ucap Isbedy.
Ia memberi amsal bahwa penggalian kekayaan alam seperti emas, timah, minyak jadi utama yang diburu, kenapa tambang kekayaan spiritual yang berada dalam diri anak-anak bangsa sepertinya tak disentuh.
Kemah Sastra 2026, 6-9 April 2026 ini menghadirkan pemateri yakni Isbedy Stiawan ZS, Ari Pahala Hutabarat, Arman AZ, Yinda Dwi Gustira, dan Devin Cumbuan Putri -- keduanya akademisi, dengan moderator Diah Rizki Nur Kalifah dan Naya. (*)
Kemah Sastra 2026
Lomba Cipta Puisi
Cerpen
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
