Ketiga Kali di 2025, Isbedy Luncurkan Buku Puisi Terbaru
Gueade
Bandar Lampung
Selain itu, ada juga bicara soal maut yang meniscaya bagi hidup manusia.
“Tema-tema kemanusiaan itu, ingatan, romantisme, cinta, dan maut, saling bersentuhan menjadi suara yang saya sampaikan dalam buku ini,” jelasnya.
Lampung Literature dalam pengantarnya menyebutkan bahwa penerbit merasa bangga dapat menerbitkan buku puisi ini.
Sebab, terbit di tengah sulitnya pemasaran buku sastra cetak sejak teknologi digital mendera hingga ke ruang publik manusia.
Dalam pengantar itu juga dikatakan, puisi-puisi yang terhimpun di buku ini menyuarakan ragam tema; ada cinta, maut, sosial, budaya, dan religi.
“Tampaknya penyair ini tidak ingin terpaku dalam satu tema. Tema ataupun masalah yang diangkat selalu sederhana dan senantiasa yang dekat, bahkan intim bagi penyair. Namun, tiap puisi yang ditulisnya itu, terasa dalam makna dan perenungannya."
Sementara dalam kata pengantarnya, Isbedy mengatakan, tersirat bahwa sajak-sajak yang ditulis ini bersamaan adanya penantian orang lain.
“Apakah penantian itu sesuatu yang dirindu, penanda kerinduan, atau sekadar ditunggu. Seperti ending hidup ini,” ujarnya.
Isbedy menambahkan, untuk yang berminat dapat menghubungi penerbit Lampung Literature atau ke Isbedy. Harga buku Rp75 ribu belum ongkos kirim.
Sampul dan lukisan di dalam buku merupakan karya Ibnu Wahyudi (Iben).
Isbedy Stiawan ZS
Menungguku Tiba
Sehimpun Sajak 2022-2025
Puisi
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
