Tak Ada Biaya, Tangan Siswa SD yang Patah Digips dengan Bambu

Ari Gunawan

Ari Gunawan

Lampung Barat

1 April 2021 19:50 WIB
Humaniora | Rilis ID
Kondisi Maulana yang hanya dapat terbaring di tempat tidur. FOTO: ISTIMEWA
Rilis ID
Kondisi Maulana yang hanya dapat terbaring di tempat tidur. FOTO: ISTIMEWA

RILISID, Lampung Barat — Seorang bocah di Pekon Landos Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat (Lambar), patah tulang di tangan kiri akibat terjatuh.

Namanya, Muhammad Maulana Sidiq (9) siswa kelas dua di salah satu SD di Balik Bukit.

Karena keterbatasan biaya untuk melakukan pengobatan medis, orang tua Maulana hanya dapat merawatnya di rumah.

Gips diganti dengan belahan bambu dan seutas tali untuk menyangga tulang tangan yang patah.

Metode tersebut membuat tangan Maulana luka, membengkak, dan bernanah.

Karenanya bantuan pemerintah sangat diharapkan untuk dapat mengobati buah hati Usman dan Sarmi tersebut.

"Sudah 20 hari Maulana hanya terbaring di kasur, tidak bisa bangun. Sebab, lengan bagian bawah dan atas patah. Hanya siku yang tidak,” tutur Tiara, yang merupakan tetangga Maulana, Kamis (1/4/2021).

Tiara mengatakan, sempat ada warga yang mencoba, mengajukan bantuan ke Pemerintah Pekon untuk Maulana. 

"Namun karena di Kartu Keluarga (KK) Maulana belum berdomisili di Pekon Landos, aparat pekon belum memberi jawaban," ujar Tiara.

Menurut dia, harusnya Maulana diobati di rumah sakit karena kondisinya termasuk parah.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya