Panen Raya

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

16 Mei 2020 06:01 WIB
Budaya | Rilis ID
Cerpen Muhammad Harya Ramdhoni. ILUSTRASI: Pixabay
Rilis ID
Cerpen Muhammad Harya Ramdhoni. ILUSTRASI: Pixabay

Kemudian pengungkit diturunkan lagi tetapi suara jeritannya semakin lemah. Begitu seterusnya pengungkit itu naik turun secara cepat sampai suara Suparto hilang sama sekali. Setelah itu ia sama sekali tak sadar apa yang terjadi kemudian. Suparto pingsan. Ia belum mati. Lebih tepatnya disiksa setengah mati. Tentara masih memerlukan dirinya

* * * 

AZAN isya baru beberapa menit terdengar ketika ia terbangun dengan kondisi tubuh yang remuk. Tulang-tulang di tubuhnya terasa hancur. Rahangnya dibiarkan patah sementara mukanya masih lebam. Dari telinga dan hidungnya sesekali masih mengucur darah segar.

Ia merasa pendengarannya berkurang. Mungkin telinganya mulai tuli karena dipukul popor senapan.

Setelah disiksa, Suparto digeletakkan begitu saja di lantai sebuah ruangan. Perlahan-lahan Suparto mencoba bangkit dan melihat sekeliling. Akan tetapi tubuhnya masih amat lemah dan berasa sakit.

Ruangan yang cukup rapih ditempeli foto-foto dan simbol-simbol kemiliteran. Di tengah ruangan terdapat satu set sofa tamu yang cukup mewah. Seperangkat meja kerja berdiri angkuh di sudut kanan ruangan.

Di belakangnya sepasang samurai tergantung menyilang di dinding. Ada foto kolonel Broto yang senja tadi memerintahkan penyiksaan terhadapnya.

”Rupanya ini ruangan komandan Brigif IV Surakarta,” ia membatin. Kini ia merasa tubuh dan perasaannya hancur lebur. Sepertinya ia tak sanggup lagi menahan siksaan.

Suara sepatu memasuki ruangan diiringi dehaman sok berwibawa. Wajah Kolonel Broto muncul tanpa ekspresi. Kemudian tersenyum tragis kepada Suparto yang telah siuman dari pingsannya.

”Sudah sadar?”

Menampilkan halaman 5 dari 12

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya