Mahasiswi Akuntansi IIB Darmajaya ini Raih Jutaan Rupiah dari Menjahit
lampung@rilis.id
BANDARLAMPUNG
RILISID, BANDARLAMPUNG — Berawal dari ekstrakurikuler menjahit di SMA, Lidya Intan Permatasari kini memiliki usaha yang dinamakan Joy Tailor. Usahanya itu berada di kediamannya di Jalan Enggano II, No. 9 Magelangan, Metro Barat, Kota Metro.
Salah satu pemenang Darmajaya Startup Competition (DSC) 2021 ini memperoleh penghasilan Rp1 juta-Rp2 juta perbulannya dari usaha yang dirintisnya dua tahun lalu itu.
Intan–biasa dia disapa–menekuni menjahit setelah mengikuti kursus selama tiga bulan. Mahasiswi Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya ini melayani jasa menjahit mulai dari pakaian anak-anak dan dewasa.
”Ada juga yang permak pakaian, request membuatkan tas, taplak meja, wadah botol minum dan lain-lain,” ujarnya.
Saat pandemi, dia memproduksi masker kain.
”Sampai saat ini pun saya menjual strap masker rajut yang saya buat. Setiap strap masker saat ini sedang diminati sama anak muda,” kata Intan.
Intan mengerjakan pesanan mulanya hanya dengan satu mesin jahit.
”Dapat orderan buat gaun pengantin beserta pakaian kedua orang tuanya bisa beli mesin obras walaupun bekas. Sering ngejahitin baju guru waktu SMA, aku dikasih mesin jahit dan sekarang mesin itu saya fungsikan untuk mesin lubang kancing,” ungkapnya.
Dia sangat bersyukur menjadi salah satu pemenang DSC 2021 yang diselenggarakan Inkubator Bisnis dan Teknologi (Inkubitek) dan BRInkubator.
”Untuk bantuan modal yang didapatkan (Rp10 juta) tentunya ingin membuat bisnis ini lebih besar dan dikenal banyak orang,” tutur mahasiswi semester 3 ini.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
